TRIBUNWOW.COM - Berikut adalah kunci jawaban soal Pendidikan Pancasila Kelas 10 SMA/MA/SMK/MAK Kurikulum Merdeka, bab 1 Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, uji kompetensi 1.1 halaman 11 dan uji kompetensi 1.2 halaman 30.
Buku ini telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan nomor ISBN 978-623-194-624-9, ditulis oleh Dwi Astuti Setiawan, Hatim Gazali, Ida Rohayani.
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan jelas!
1. Mengapa terdapat perbedaan mengenai gagasan tentang dasar negara di dalam sidang pertama BPUPK?
Jawaban:
Terjadinya perbedaan rumusan dasar negara karena tiap-tiap tokoh memiliki berbagai pemikiran yang penekanannya berbeda-beda, seperti menekankan aspek ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, musyawarah, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Berbagai penekanan yang berbeda-beda tersebut menyebabkan tidak ada satu pandangan yang dapat diterima oleh seluruh anggota sidang BPUPK.
2. Apa makna dasar internasionalisme (perikemanusiaan) yang disampaikan oleh Sukarno dalam Pidato 1 Juni 1945?
Jawaban:
Internasionalisme (perikemanusiaan) yang dimaksud Sukarno dalam Pidato 1 Juni 1945 adalah penghargaan bangsa Indonesia terhadap nilainilai kemanusiaan yang universal bagi seluruh umat manusia. Dengan itu, bangsa Indonesia tidak hanya harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupannya, tetapi juga tidak boleh meremehkan bangsa-bangsa lain dan mesti menuju persaudaraan dunia.
Baca juga: Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 34
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas!
1. Bagaimana jalannya sidang BPUPK dalam menentukan rumusan dasar negara? Jelaskan dengan alasan!
Jawaban:
Jalannya sidang BPUPK cukup demokratis dan mengutamakan asas musyawarah. Meskipun terjadi perbedaan dan perdebatan ideologis terkait dasar negara, para tokoh pendiri bangsa saling menghormati. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pada sidang pertama BPUPK yang berlangsung selama 4 hari terdapat 32 anggota BPUPK yang menyampaikan pidato.
2. Mengapa terjadi perbedaan pandangan para pendiri bangsa terkait isi “Piagam Jakarta” terutama rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”?
Jawaban:
Perbedaan pandangan terjadi karena perumus dasar negara terdiri atas berbagai latar belakang. Secara umum, anggota BPUPK dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok Islam dan kelompok nasionalis. Kelompok Islam menghendaki Islam sebagai dasar negara Indonesia karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sementara itu, sebagian kelompok nasionalis menolak menjadikan agama (dalam hal ini Islam) sebagai dasar negara.
3. Mengapa kita harus menumbukan sikap persatuan dan kesatuan seperti yang ditunjukkan oleh tokoh pendiri bangsa dalam menyikapi perbedaan di tengah kemajemukan bangsa Indonesia?
Jawaban:
Sikap kearifan tumbuh karena para pendiri bangsa lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Meskipun para pendiri bangsa memiliki aspirasi politik yang berbeda, bahkan bertolak belakang, mereka lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi dan kelompoknya. Berikut ini beberapa nilai luhur dalam proses perumusan Pancasila yang dapat dipetik dan dipelajari:
a) mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain,
b) menerima keputusan yang diambil dalam rapat atau pertemuan,
c) kerja keras,
d) rendah hati,
e) mengutamakan persatuan,
f) rela berkorban,
g) melaksanakan keputusan bersama.
Baca juga: Kunci Jawaban Materi Pendidikan Pancasila Kelas 11 SMA/MA, Kurikulum Merdeka, Soal Bab 3 Halaman 107
(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Pradipta Maya Agustania/TribunWow.com, Elfan Nugroho)