Tolak Diminta Uang Tenda, Pedagang Kurma di Bengkulu Ngaku Dikeroyok di Belungguk Point
Rita Lismini February 27, 2026 03:53 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang pedagang kurma di Kota Bengkulu, Perianto (40), melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialaminya ke Polresta Bengkulu.

Ia mengaku dipukuli dan ditendang oleh sejumlah orang di kawasan Belungguk Point, Jalan Simpang Kebun Kenanga, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditemui di kediamannya pada Jumat (27/2/2026), Perianto menceritakan secara langsung kronologi kejadian dugaan pengeroyokan yang dialaminya.

Ia mengaku masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh akibat luka memar yang dideritanya setelah diduga dianiaya oleh sekelompok orang.

Berawal Saat Korban Berjualan di Depan Bank

Menurut keterangan korban, insiden pengeroyokan bermula ketika dirinya sedang berjualan kurma di depan pintu keluar Bank BRI Padang Jati.

Saat itu, situasi di lokasi masih normal dan korban tengah menjalankan aktivitas dagang seperti biasa.

Namun tidak lama kemudian, datang seorang terlapor bersama anaknya yang meminta uang tenda kepada korban.

Permintaan tersebut membuat korban terkejut karena dirinya mengaku tidak menggunakan tenda saat berjualan di lokasi tersebut.

“Saya sedang berjualan di depan pintu keluar Bank BRI Padang Jati. Lalu datang terlapor bersama anaknya meminta uang tenda, padahal saya tidak memakai tenda,” ungkap Perianto saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

Korban menegaskan bahwa dirinya menolak memberikan uang yang diminta karena merasa tidak berkewajiban membayar uang tenda seperti yang dimaksud oleh terlapor.

Mengingat tenda yang ia gunakan untuk berjualan adalah tenda yang ia bawa sendiri dari rumah dan bukan milik para penagih sewa.

Sempat Terjadi Cekcok di Lokasi

Penolakan tersebut kemudian memicu adu mulut antara korban dengan ibu atau orang tua dari terlapor di lokasi kejadian. Cekcok berlangsung di area tempat korban berjualan dan sempat menarik perhatian orang di sekitar.

Menurut korban, perdebatan itu terjadi karena dirinya tetap bersikeras tidak memberikan uang yang diminta. Situasi yang awalnya hanya berupa cekcok lisan kemudian semakin memanas.

“Setelah saya tidak mau memberikan uang tersebut, sempat terjadi cekcok dengan orang tua terlapor di tempat itu,” kata Perianto.

Korban menduga ketegangan yang terjadi saat cekcok tersebut membuat pihak terlapor tidak terima dan kemudian menantangnya untuk berkelahi.

Diduga Dikeroyok Sekitar 5 Orang

Tidak lama setelah cekcok berlangsung, korban mengaku terlapor kembali datang bersama beberapa temannya ke lokasi. Dari keterangan korban, jumlah pelaku pengeroyokan diperkirakan sekitar lima orang.

Tanpa banyak bicara, para pelaku diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban. Perianto mengaku dipukul dan ditendang di sekujur tubuh hingga terjatuh.

“Tidak lama kemudian datang teman-teman terlapor, kira-kira sekitar lima orang. Saya dipukuli dan ditendang di sekujur tubuh,” kata Perianto.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh. Meski tidak sampai mengalami luka berat, ia mengaku merasakan sakit dan trauma atas kejadian yang menimpanya di tempat umum tersebut.

Peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada siang hari di kawasan Belungguk Point itu juga membuat korban panik karena dilakukan secara bersama-sama oleh para pelaku.

Korban Alami Luka Memar dan Trauma

Setelah kejadian pengeroyokan, korban mengaku mengalami luka memar akibat pukulan dan tendangan yang diterimanya.

Ia juga mengaku syok karena insiden kekerasan tersebut terjadi saat dirinya sedang mencari nafkah.

“Saya mengalami luka memar di badan karena dipukul dan ditendang,” ujar Perianto.

Selain luka fisik, korban juga mengaku mengalami trauma dan merasa tidak aman untuk kembali berjualan seperti biasa di lokasi tersebut.

Laporan Sudah Diajukan ke Polresta Bengkulu

Atas peristiwa dugaan pengeroyokan yang dialaminya, Perianto akhirnya memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bengkulu. Laporan dibuat agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Korban berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan dugaan pengeroyokan tersebut dengan memanggil para terlapor dan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.