Operasi Ketupat 2026, Polda Lampung Siapkan Buffer Zone di Rest Area hingga Delay System
Reny Fitriani February 27, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polda Lampung tengah bersiap menghadapi Operasi Ketupat 2026, yang akan berlangsung mulai 13-26 Maret 2026.

"Alhamdulillah hari ini juga dihadiri dengan Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, KSOP, ASDP, BMKG, Kemenhub, Dishub Lampung, kemudian pengelola pelabuhan hingga jajaran dalam rangka Operasi Ketupat 2026," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf di Siger Lounge, Jumat (27/2/2026). 

Pihaknya menyatakan kesiapan dalam menghadapi Operasi Ketupat 2026 tersebut. 

"Jadi pada hari ini yang kita bahas yaitu terkait dengan persiapan kita untuk melaksanakan pengamanan di rencana Operasi Ketupat 2026," ujarnya.

"Hasil evaluasi kita di 2024-2025 untuk kita lengkapi, sehingga pada saat pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi kapal laut," terusnya.

Baca Juga Polda Lampung Akui Ada Antrean Solar di Beberapa SPBU, Setelah Dicroscek Ini Hasilnya

Dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni nantinya bisa terkoordinasi dengan baik.

"Dan kita lakukan kegiatan penguraian masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut tersebut nanti di tujuh dermaga yang ada di Bakauheni," ucapnya.

Sehingga membantu masyarakat untuk kecepatan, kenyamanan pada saat arus mudik maupun nanti di arus balik. 

"Kemudian kita juga siapkan buffer zone di lima rest area, di KM 20, 49, kemudian 87 dan 153," kata Helfi. 

Pihaknya juga sudah mempersiapkan dengan bekerja sama dengan HK (Hutama Karya) untuk membantu menyiapkan rest area di sana. 

"Ada tempat posko pengamanan kita, kemudian untuk istirahat masyarakat, sementara menunggu nanti pada saat kegiatan delay system diberlakukan. Jadi pada saat terjadi penumpukan pada saat di zona kuning maupun zona merah, tapi tidak lama, hanya 15 menit," urainya.

Diharapkan masyarakat sudah bisa bergerak kembali sesuai dengan jumlah kapasitas kapal yang mengangkut. 

"Itu yang kita koordinasikan dengan instansi terkait maupun dari Polda Banten karena pengiriman masyarakat di puncak maupun pada saat proses mudik begitu ke Bakauheni menuju Bakauheni dari Merak ini cukup tinggi," kata Helfi. 

Dari hasil evaluasi 2025 itu peningkatannya cukup tinggi, terutama pengendara motor ada 396 persen peningkatannya dan sangat tinggi penggunanya. 

"Nah, ini sudah dibantu oleh pemerintah dengan mengurai di Pelabuhan Tanjung Priok ke Panjang ada kebijakan gratis untuk pemotor," kata Kapolda.

Pihaknya berharap di tahun ini bisa diizinkan untuk dibantu mudik gratis.

"Ada mudik gratis dari Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang, dipersiapkan, mudah-mudahan lebih banyak kapalnya lebih baik kan supaya terangkut semuanya," ujarnya.

Namun waktunya akan ditentukan untuk menunggu informasinya kapan nanti akan diumumkan oleh pemerintah untuk mudik gratis tersebut. 

Kemudian terkait sumbu tiga ke atas, terkait dengan SKB tiga menteri dari korlantas.

Hubdar maupun dari Dirjen Perhubungan, diberlakukan mulai tanggal 13 Maret sampai dengan 26 Maret 2026.

"Jadi sejak tanggal itu nanti kita akan koordinasi lintas sektoral untuk sumbu tiga ke atas," kata Helfi. 

Kendaraan sumbu tiga ke atas itu pada tanggal 13 Maret 2026 sudah diupayakan tidak boleh masuk ke dalam tol.

"Tidak boleh bergerak masuk ke Pelabuhan Merak untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan. Jadi yang boleh hanya roda empat, roda enam, di luar itu tidak boleh, hanya roda dua, boleh 4 dan roda 6," terangnya. 

Terkait keamanan kapal, bahwa pihaknya juga akan ditingkatkan keamanan hingga di pelabuhan. 

Dengan harapan untuk mengantisipasi tindak pidana yang terjadi, seperti copet, jambret dan sebagainya. 

"Oleh karena itu kita tempatkan nanti anggota di kapal-kapal, maupun di pelabuhan dengan berpakaian dinas semuanya untuk mengantisipasi membantu kenyamanan masyarakat pada saat mudik," kata Helfi. 

Untuk rekayasa lalulintas untuk sementara berlaku delay system, akan tetapi nanti dilihat tingkat kepadatan kendaraan.

"Kalau misalnya itu masih normal ya dengan langkah-langkahnya kuncinya penguraian di Bakauheni," imbuhnya.

Sementara itu Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan, dengan kehadirannya Polda Banten adalah memastikan kesiapan baik di Provinsi Banten sendiri.

"Terutama kami Polda Banten dengan memastikan kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia yang ada untuk memastikan pengamanan arus mudik dan balik nanti dapat berjalan aman dan lancar," kata Hengki. 

Pihaknya memastikan bagaimana standar operasional prosedur, mekanisme di dalam manajemen lalu lintas orang maupun barang. 

Serta kendaraan yang akan melakukan mudik.

"Nantinya akan dimulai H-7 lebaran, kami akan menggelar seluruh kekuatan baik dari Polri sendiri Polda Banten, instansi terkait TNI, Basarnas, BMKG dan seterusnya," terangnya.

Pihaknya akan bahu-membahu sebagai amanah yang diberikan kepada Polda Lampung untuk memperlancar kegiatan masyarakat yang akan mudik Lebaran 1447 Hijriah. 

Termasuk akan berkoordinasi dengan Polda Lampung serta stakeholder terkait. 

"Kami akan selalu berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di sini semua. Karena sama-sama melaksanakan arus mudik maupun balik," kata Hengki.

"Dengan harapan yang akan melakukan mudik sesuai dengan taglinenya, Mudik Aman, Keluarga Bahagia," tukas Hengki.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.