TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Binmas) Kristen, Luksen Jems Mayor, hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Panitia Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Rakornas yang juga dihadiri pimpinan LPPN, pimpinan LPPD se-Indonesia tersebut sebagai bagian dari pemantapan akhir menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026.
Luksen yang merupakan mantan Kakanwil Kemenag Papua Barat mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya Rakornas (tatap muka) tersebut setelah sebelumnya koordinasi dilakukan secara daring.
"Setelah koordinasi secara daring, kini kita memasuki fase pemantapan dan konsolidasi akhir menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV pada bulan Juni 2026,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Luksen menegaskan, dipilihnya Manokwari sebagai tuan rumah bukan sekadar penunjukan lokasi, tetapi memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam.
“Kita berada di Manokwari, kota yang dikenal sebagai Kota Injil, tempat benih iman pertama kali ditaburkan di Tanah Papua. Sejarah itu bukan hanya catatan masa lalu, tetapi fondasi spiritual yang membentuk karakter masyarakat Papua hingga hari ini,” katanya.
Baca juga: Gubernur Papua Barat Buka Rakornas Pesparawi XIV di Manokwari, Hadir Perwakilan 38 Provinsi
Menurutnya, Pesparawi Nasional bukan hanya ajang kompetisi paduan suara, tetapi perhelatan iman, seni, dan kebersamaan umat Kristen dari seluruh Indonesia.
“Pesparawi adalah sarana pembinaan, penguatan persaudaraan, sekaligus wujud kontribusi umat Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung 26 Februari hingga 1 Maret 2026 tersebut, Luksen meminta seluruh peserta benar-benar memanfaatkan waktu untuk membahas secara detail berbagai aspek persiapan.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain kesiapan teknis dan substantif panitia pelaksana, peran strategis LPPN sebagai panitia pengarah, kesiapan LPPD di setiap provinsi, hingga skema koordinasi pusat dan daerah yang lebih efektif.
Selain itu, strategi kolaboratif dalam menghadapi keterbatasan anggaran juga menjadi perhatian serius.
“Kita perlu memastikan setiap keputusan dalam rapat ini bersifat operasional, terukur, dan memiliki tindak lanjut yang jelas,” tegasnya.
Baca juga: Manokwari Sambut Pesparawi Nasional XIV dengan Persaudaraan dan Keberagaman
Luksen menekankan, keberhasilan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya diukur dari kelancaran acara pada Juni mendatang, tetapi juga dari kemampuan umat Kristen Indonesia bekerja secara profesional, akuntabel, dan solid.
“Manokwari sebagai Kota Injil hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua. Dari tempat ini, kita tidak hanya menyelenggarakan event nasional, tetapi juga menggemakan pesan persatuan, sukacita, dan pengharapan bagi seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh panitia dan pemangku kepentingan untuk bekerja dengan hati, integritas, serta semangat pelayanan demi menyukseskan perhelatan tersebut.
“Mari kita jadikan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 sebagai perhelatan yang bermartabat, tertib, dan membawa dampak positif yang luas bagi umat dan bangsa,” tandasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh lembaga gerejawi, sehingga Manokwari benar-benar siap menjadi tuan rumah yang membanggakan bagi Indonesia.