Munas HIPMI 2026: Surabaya dan 38 BPC Kompak Dukung Jatim Tuan Rumah
Cak Sur February 27, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Surabaya resmi menyatakan dukungan penuh bagi BPD HIPMI Jawa Timur (Jatim) untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026.

Langkah strategis ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud soliditas 38 BPC HIPMI se-Jatim yang berkomitmen menyukseskan agenda akbar tingkat nasional tersebut di Bumi Majapahit.

Ketua Umum BPC HIPMI Surabaya, Benny Setiawan, menegaskan bahwa pencalonan Jatim mencerminkan kesiapan daerah dalam mengelola forum besar pengusaha muda Indonesia.

Soliditas 38 BPC HIPMI se-Jawa Timur

Menurut Benny, dukungan yang mengalir dari Surabaya merupakan representasi dari kehendak kolektif seluruh struktur organisasi di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Dukungan ini menunjukkan bahwa pencalonan Jatim bukan hanya inisiatif BPD HIPMI Jatim, tapi kehendak kolektif 38 BPC yang solid dan siap mengambil peran," tegas Benny, Kamis (26/2/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi internal organisasi saat ini berada dalam level paling aktif dan terkoordinasi dengan baik untuk mengemban tanggung jawab nasional.

Infrastruktur dan Ekosistem Ekonomi Surabaya

Sebagai motor penggerak ekonomi regional, Surabaya siap memberikan kontribusi maksimal jika Munas XVIII benar-benar digelar di Jawa Timur.

Beberapa poin utama kesiapan infrastruktur Jatim meliputi:

  • Aksesibilitas transportasi internasional dan domestik yang terintegrasi.
  • Fasilitas pertemuan (MICE) berskala internasional yang memadai.
  • Konektivitas digital dan ekosistem usaha yang sudah matang di Surabaya.
  • Dukungan penuh dari sektor perdagangan dan jasa modern di Jawa Timur.

Benny menilai, Munas XVIII HIPMI harus menjadi momentum konsolidasi nasional bagi pengusaha muda untuk memperkuat jejaring bisnis di seluruh Indonesia.

Latar Belakang Munas HIPMI

Musyawarah Nasional (Munas) merupakan otoritas tertinggi dalam organisasi HIPMI yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali untuk memilih Ketua Umum BPP HIPMI dan menetapkan program kerja nasional.

Jawa Timur memiliki sejarah panjang sebagai pusat kewirausahaan nasional, menjadikannya kandidat kuat untuk melanjutkan tongkat estafet penyelenggaraan Munas setelah edisi sebelumnya di Solo.

Bagi para pengusaha muda di Jawa Timur, momentum pencalonan ini diharapkan menjadi pelecut semangat untuk meningkatkan skala bisnis (scaling up). Sinergi antarwilayah sangat penting agar dampak ekonomi Munas tidak hanya dirasakan di Surabaya, melainkan merata di 38 kabupaten/kota se-Jatim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.