SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) sinergi dan optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (27/2/2026).
Melalui ini, Bupati Malang Sanusi berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Rakor yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini dihadiri oleh Bupati Malang Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Malang, dan sejumlah unsur terkait.
Pada kegiatan ini dilakukan evlauasi terkait program MBG yang sudah berlangsung di Kabupaten Malang.
Termasuk evaluasi soal menu MBG kering selama bulan ramadan yang sempat ramai di media sosial.
Tak hanya itu, juga dilakukan sesi tanya jawab dari peserta yang hadir, yaitu Kepala SPPG.
Di antaranya mereka menyampaikan beberapa keluhan seperti bahan baku yang tidak sesuai spesifikasi, kurangnya komunikasi antara SPPG dengan mitra, dan beerbagai keluhan lainnya.
"Ini baru pertama kali rakor dengan Kepala SPPG dengan Forkopimda Kabupaten Malang. Dengan kegaiatan ini, kami harapkan pelayanan SPPG di Kabupaten bisa memberikan manfaat untuk semua penerima," kata Sanusi.
Menegenai beberapa keluhan yang disampaikan oleh Kepala SPPG, pihaknya akan manampung dan memberikan pendampingan.
Serta pihak yang hadir sepakat untuk memberikan solusi.
"Kalau tidak bertemu seperti ini kan kami tidak tahu persoalan yang ada seperti apa. Dari ini kami sepakat untuk mencarika solusi terbaik," tandasnya.
Baca juga: Roti Basi hingga Buah Mentah, DPRD Kabupaten Malang Gelar Raker Soal Keluhan Menu MBG Tak Layak
Baca juga: Kisah Tutik, Perajin Tempe di Kepanjen Malang Ketiban Berkah MBG: Pasok 2 Kuintal Keripik ke Jakarta
Selain itu, Pemkab Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Satuan Tugas (Satgas) MBG akan membuat layanan call center.
Layanan ini dibuat untuk menampung segala keluh kesah mengenai program MBG baik itu untuk SPPG maupun penerima manfaat.
Sanusi pun mengimbau kepada seluruh Kepala SPPG yang hadir pada kegiatan ini agar menjalankan pelaksanaan MBG sesuai dengan Standar Operasional Produksi (SOP).
Sehingga makanan yang diserahkan ke penerima manfaat layak untuk dikonsumsi.