- Ayah kandung NS (13), bocah yang tewas diduga akibat penganiayaan ibu tirinya di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mempertanyakan laporan dugaan penelantaran yang dilayangkan mantan istrinya ke polisi.
Anwar Satibi (38) dilaporkan oleh ibu kandung korban, Lisnawati, ke Polres Sukabumi pada Selasa (24/2/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kelalaian dan penelantaran anak.
Menanggapi hal itu, Anwar membantah telah menelantarkan anaknya. Ia menilai langkah mantan istrinya yang melaporkan dirinya di tengah suasana duka sebagai tindakan yang tidak masuk akal.
"Ya kalau menurut saya, mantan istri saya ini sepertinya otaknya enggak sehat ya. Dalam duka seperti ini, kalau dia datang dengan pengacaranya untuk menguak kasus (kematian) ini demi mencari keadilan, saya setuju," kata Anwar saat ditemui di kediaman ayah angkatnya, haji Isep Dadang Sukmana di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa malam.
Namun, Anwar menolak tuduhan bahwa dirinya telah menelantarkan NS semasa hidup.
Menurut dia, ia memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah bukti tanggung jawabnya akan pendidikan sang anak.
"Kalau dia menuduh saya menelantarkan anak, enggak mungkin saya masukkan pondok, enggak mungkin saya sekolahkan," ujar Anwar.
Anwar menjelaskan bahwa awalnya NS diantarkan sendiri oleh ibu kandung dan keluarganya ke yayasan tempat Anwar bekerja di wilayah Solokan Pari.
"Jadi saya enggak tahu, intinya anak saya datangnya ke sini saya tidak mengambilnya dari sana, tapi diantarkan sama dia ke Solokan Pari," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, Anwar mengenal TR (tersangka), ibu tiri korban. Saat itu, TR menaruh simpati yang besar kepada NS. Perhatian yang diberikan TR kepada NS itulah yang diakui Anwar menjadi salah satu alasannya menikahi TR.
Setelah menikah dengan TR, lanjut Anwar, anaknya dipindahkan sekolah dari Purwasedar ke Cilubang oleh istrinya tersebut.
Ia juga mengakui, selama menjalani rumah tangga dengan TR, kerap terjadi perselisihan yang dipicu persoalan anak.
Karena konflik tersebut, Anwar mengaku sempat meminta saran kepada ayah angkatnya dan akhirnya memutuskan anaknya keluar dari rumah dan disekolahkan di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Cibitung.
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribunnews
Editor: Untung Sofa Maulana