Penertiban Parkir di Pekanbaru Jangan Hanya Formalitas, DPRD: Banyak Titik yang Bikin Macet
Muhammad Ridho February 27, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Titik parkir yang membuat macet jalanan di Kota Pekanbaru, kini masih jadi PR khusus Dishub.

Sebab, jika penertiban hanya dilakukan sekadar formalitas, maka tidak akan pernah selesai. Kerja nyata yang dilakukan UPT Dishub Pekanbaru, dengan menertibkan parkir berlapis di depan Pasar Buah Jalan Sudirman, itu harus konsisten.

Bahkan jika perlu, tidak ada lagi parkir di badan jalan itu, dan harus dimasukkan ke dalam lokasi parkir Pasar Buah yang sudah disiapkan.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz ST merespon, ikhwal parkir berlapis ini. Katanya, banyak sebenarnya titik parkir yang membuat masyarakat resah.

"Banyak titik parkir di kota ini yang bikin macet. Termasuk juga di samping mal Living Word dan samping SKA. Itu juga harus ditertibkan kontinu," tegas Zulfan Hafiz kepala Tribunpekanbaru.com, Jumat (27/2/2026).

Ya, penertiban parkir berlapis-lapis yang kerap menjadi penyebab kemacetan, di sejumlah ruas jalan, tidak hanya bersifat seremonial atau formalitas semata.

Bahkan hingga saat ini, masih banyak titik parkir sembarangan yang memakan badan jalan, terutama di kawasan pusat perbelanjaan, pasar, dan ruas jalan padat aktivitas.

Kondisi ini sudah lama terjadi, dan mempersempit ruang lalu lintas dan memicu antrean kendaraan, khususnya pada jam sibuk.

“Harusnya ada konsep yang jelas. Termasuk untuk penertiban itu jangan hanya sesekali. Harus ada langkah tegas dan berkelanjutan agar persoalan parkir berlapis ni benar-benar tuntas,” tambahnya.

Menurutnya, masih terus terjadi parkir berlapis, karena minimnya pengawasan dan kurangnya kesadaran pihak terkait.

Ke depan, DPRD jmendorong Dishub melakukan pemetaan ulang terhadap kawasan rawan parkir berlapis, termasuk parkir liar.

Baca juga: Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi SPPD Fiktif Setwan DPRD Pekanbaru Segera Disidangkan

Termasuk menambah rambu dan marka larangan parkir di titik-titik, yang kerap menimbulkan kemacetan.

Selain itu, koordinasi dengan aparat kepolisian dinilai penting, untuk mendukung penindakan di lapangan.

Zulfan Hafiz juga menyebutkan, Dishub jangan hanya melakukan penindakan, tapi perlu adanya solusi jangka panjang.

Seperti penyediaan kantong-kantong parkir yang memadai di kawasan pusat aktivitas masyarakat, plus pengawasan yang kontinu, tidak pelepas tanya saja.

"Masalah parkir ini harus menyentuh akar persoalan. Penataan yang serius menjadi kunci utama. Tidak hanya formalitas atau menunggu perintah atasan saja," sebutnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.