Identitas Wanita Diduga Tipu Belasan Ojol dan Curi Makanan di Restoran, Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
Mulyadi Danu Saputra February 27, 2026 06:52 PM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang perempuan muda jadi sorotan karena diduga sering tak bayar ojol dan makanan di sejumlah wilayah Jakarta. 

Sosoknya viral di media sosial seiring ramainya unggahan terkait dugaan ulahnya yang merugikan dan meresahkan.

Belakangan, Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Pusat mengungkap identitasnya.

Dia diketahui bernama Nani Sitorus. Saat ini dirujuk untuk menjalani pemeriksaan medis, khusunya kejiwaan. 

Terkini, Nani diduga mengambil makanan milik pelanggan di sebuah restoran cepat saji kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Driver Ojol Perempuan di Banjarmasin Alami Pelcehan, Pelaku Tak Pesan Lewat Aplikasi

Aksinya terekam dan videonya beredar di media sosial pada Jumat (27/2/2026). 

Berdasar unggahan akun Instagram @jabodetabek24info, perempuan itu masuk ke area restoran dan mengambil makanan milik satu pelanggan yang sedang berada di lokasi, lalu pergi tanpa membayar.

Pelanggan yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian itu kepada manajemen restoran, yang selanjutnya berkoordinasi dengan aparat setempat.

Perempuan berkacamata tersebut diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diserahkan ke Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026). 

Kepala Sudinsos Jakarta Pusat, Agus Aripianto, membenarkan pihaknya telah melakukan asesmen awal terhadap perempuan tersebut. 

"Jadi yang bersangkutan itu semalam sudah diamankan di kelurahan. Selanjutnya kami melakukan asesmen sementara, ternyata terindikasi dan terkonfirmasi atas nama Nani Sitorus ya," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat. 

Menurut Agus, hasil asesmen awal menunjukkan adanya indikasi gangguan kejiwaan sehingga yang bersangkutan dirujuk ke RSKD Duren Sawit. 

"Karena ini ada indikasi gangguan jiwa, jadi kami rujuk ke RSKD Duren Sawit. Karena RSKD itu kan ada fokus-fokus terkait dengan kesehatan mental dan lain-lain. Untuk sementara sekarang mereka sudah serah terima di RSKD," jelas Agus. 

Dia menegaskan, dugaan tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan. 

"Itu nanti intinya kan dari pihak medis ya. Tetapi kecenderungannya karena beliau meresahkan, mengganggu masyarakat, ya akhirnya kami tangani. Karena untuk ukuran orang normal kan harusnya tidak seperti itu," kata Agus. 

"Maka kami duga ini ada kaitan dengan masalah mental. Makanya kita rujuk ke RSKD Duren Sawit. Tapi bukan berarti saya memvonis dia mental ya, tapi indikasi yang dilakukan kan seperti itu," tandasnya.

Beraksi di Beberapa Lokasi

Sebelum diamankan, perempuan yang sama juga diduga melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi di Jakarta Barat. 

Zahra (22), penjaga warung makan di Jalan Srengseng Raya, Kembangan, mengaku perempuan tersebut sempat berteduh saat hujan sebelum masuk ke warung dan mengambil makanan serta minuman tanpa membayar. 

"Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong, ya udah saya bikinin. Pas saya lagi bikinin, ternyata dia ngambil jajanan juga. Tapi dia enggak ngomong ke saya," tuturr Zahra saat ditemui Kompas.com, Selasa (24/2/2026). 

Setelah menghabiskan makanan, perempuan itu pergi dan sempat dikejar. "Saya kejar kan, 'Mba, Mba, belum bayar saya'. Terus dia bilang, 'Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta'," cerita Zahra. 

Dalam unggahan akun Instagram @infojakartabarat.id, sosok yang diduga sama juga terlihat terlibat cekcok dengan pengemudi ojek online (ojol) karena diduga tidak membayar jasa perjalanan. 

Dia juga sempat terekam membuat keributan di dalam bus Transjakarta dengan menutupi kursi menggunakan tas saat kondisi penuh, sebagaimana video yang diunggah akun Instagram @anomali.cancer. 

Sejumlah video lain menyebut perempuan tersebut sebelumnya juga viral karena diduga kabur tanpa membayar makanan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Palmerah, Jakarta Barat, pada Januari 2026.

Saat ini, Nani Sitorus masih menjalani pemeriksaan di RSKD Duren Sawit. 

Pihak Dinsos Jakarta Pusat menyatakan akan menunggu hasil evaluasi medis sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Pemerintah daerah menegaskan, penanganan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.