TRIBUN-GOWA.COM — Dua komisi di DPRD Kabupaten Gowa kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta selama empat hari, 23–26 Februari 2026.
Rombongan bertolak ke Kabupaten Sleman dan Bantul untuk menggali strategi pengelolaan pariwisata serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, dan Wakil Ketua III DPRD Gowa, Tyna Haji Tino.
Komisi IV melakukan sharing di DPRD Kabupaten Sleman dan DPRD Kota Yogyakarta.
Sementara Komisi II berdiskusi di DPRD Kabupaten Bantul dan DPRD DIY.
Anggota Komisi II yang hadir yakni Muh Kasim Sila (PAN), Dian Purnamasari (Gerindra), Eka Afriani (Gerindra), Ayu Nurdani (PPP), Ajim Zulfikar (Golkar), Faizal Nyengka (PAN), Sutihati Dahlan (Demokrat), St Haniah Hafid (PKB), Rosita (Nasdem), Nurjannah (Nasdem), dan Abd Kadir Tulo (PPP).
Adapun Komisi IV di antaranya Nur As’ad Hijaz (PPP), Wardah Hamdat (Golkar), Hasmollah (Nasdem), Arfandi Parani (Gerindra), Mappasomba Amir Dg Sila (PAN), dan lainnya.
Fokus Retribusi dan Digitalisasi
Hasrul Abdul Rajab mengatakan, kunjungan ini dilakukan karena Gowa dinilai memiliki potensi wisata besar.
Apalagi event Beautiful Malino telah masuk agenda nasional Kharisma Event Nusantara 2025.
Menurutnya, Komisi II dan IV fokus pada peran DPRD dalam fungsi pengawasan, khususnya pengelolaan retribusi pariwisata guna meningkatkan PAD.
“Kami menggali pengelolaan kepariwisataan dan penguatan sumber-sumber pendapatan daerah,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Selama di Yogyakarta, rombongan mempelajari optimalisasi retribusi tempat wisata, parkir, hingga penginapan, termasuk inovasi digitalisasi sistem pembayaran.
“Semoga hasil belajar ini bisa kita adopsi di Gowa sehingga PAD lebih optimal,” ujarnya.
Potensi Kebocoran
Hasrul mengakui potensi kebocoran PAD masih terjadi, terutama pada sektor parkir dan pungutan di objek wisata.
Menurutnya, perlu perbaikan tata kelola, termasuk rotasi petugas pemungut retribusi untuk mencegah kebocoran, serta peningkatan kualitas infrastruktur guna mendongkrak kunjungan wisatawan.
Ia juga menekankan pentingnya promosi wisata secara masif.
Pemerintah daerah, kata dia, harus aktif memanfaatkan media sosial, menggelar event tahunan, serta membangun kemitraan dengan agen travel dan maskapai.
“Infrastruktur jalan menuju objek wisata juga harus mulus. Jalan yang nyaman akan menarik lebih banyak wisatawan dan berdampak pada peningkatan PAD,” tegasnya.
Sementara itu, Tyna Haji Tino menambahkan, selain sektor pariwisata, penguatan UMKM berbasis potensi lokal juga menjadi perhatian Komisi II.
“Kami studi ini sebagai perpanjangan tangan Pemkab Gowa.
Optimalisasi sektor UMKM berbasis lokal harus menjadi komitmen besar agar Gowa bisa tumbuh dan lebih maju,” katanya.
Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat diterapkan untuk mendorong ekonomi rakyat.
“Jika optimalisasi dilakukan maksimal, masyarakat akan menikmati pembangunan dengan lebih baik,” pungkasnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli