Laporan M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Semangat Kartika Putri, mahasiswi Universitas Indonesia (UI), patut diacungi jempol.
Di tengah terik matahari dan kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadan, ia memilih berdiri di barisan depan aksi demonstrasi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jumat (27/2/2026).
Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara (FIA UI) ini mengaku hatinya tergerak setelah melihat rentetan pelanggaran prinsip demokrasi yang diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Baca juga: Demo Mahasiswa UI di Mabes Polri Desak Pencopotan Kapolri, Ini 5 Tuntutannya
Kartika menyoroti kasus tragis yang menimpa seorang siswa di Kota Tual pada Kamis (19/2/2026) lalu.
Korban diduga tewas setelah dianiaya oleh oknum Eks Anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya.
“Itu yang mungkin membuat saya tergerak untuk kita bersuara meskipun sekarang di bulan Ramadan,” ujar Kartika dengan tegas.
Bagi Kartika dan ratusan mahasiswa lainnya, permasalahan di tubuh Polri sudah masuk ke level krisis budaya.
Ia menuntut adanya reformasi total karena menilai kinerja kepolisian terus menurun sejak era reformasi.
“Permasalahan yang ada di Polri ini bukan hanya sekedar teknis tapi juga struktural yang mana dari budayanya sejak pasca reformasi itu semakin menurun gitu, kita melihat kinerja mereka," jelasnya.
Tak ada persiapan khusus bagi Kartika saat mengikuti demonstrasi, ia hanya menyantap hidangan sahur sebelum azan Subuh berkumandang.
“Tadi sahur seperti biasa aja, tapi mungkin lebih dikuatkan fisiknya kali ya dan juga pikirannya karena ketika nanti di sana pasti bersama massa universitas lain, mungkin ada dorong-dorongan dan lain-lain kita tidak tahu,” ungkapnya.
Aksi #AparatKeparat: 500 Mahasiswa Kepung Mabes
Aksi unjuk rasa ini diinisiasi oleh BEM UI dengan tajuk yang cukup keras, yakni #AparatKeparat. Sekitar 500 mahasiswa UI bergabung dengan massa dari berbagai kampus untuk menyuarakan 5 tuntutan utama.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athop), menegaskan bahwa demo ini adalah akumulasi dari keresahan masyarakat terhadap Polri yang dianggap lambat dalam berbenah.
“Melihat kondisi kepolisian yang rasa-rasanya tidak pernah berbenah terkait bagaimana mereka melayani masyarakat,” pungkas Athop.
Ada pun 5 tuntutan aksi #AparatKeparat sebagai berikut:
1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represivitas.
2. Mendesak pencopotan Listyo Sigit dari jabatan Kapolri dan Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan POLRI dari jabatan sipil.
5. Menuntut hasil konkrit Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari komisi percepatan Reformasi Polri.
Massa UI berangkat dari Kampus UI Depok menuju Mabes Polri menggunakan 10 kopaja, 2 angkot, dan 1 mobil pengeras suara sekira pukul 14.17 WIB.
Desak Copot Kapolri
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tiba sekira pukul 16.00 WIB.
Tak lama berselang, mahasiswa dari BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta datang.
Sejumlah mahasiswa tampak mengenakan almamater kampus masing-masing.
Mereka menggelar aksi demo atau unjuk rasa, satu di antaranya adalah menuntut kematian Arianto Tawakkal (AT), siswa MTsN Maluku Tenggara oleh Bripda Masias Siahaya (MS).
Para mahasiswa tampak membawa spanduk, poster tuntutan, serta bendera organisasi kampus masing-masing.
Mahasiswa UI terlihat membentangkan spanduk warna putih bertuliskan 'Tolak Brutalitas Aparat 1312'.
Ada juga yang membawa poster dengan wajah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta tulisan 'Pukul Mundur Listyo Sigit Prabowo'.
Serta poster dengan wajah Bripda Masias Siahaya bertuliskan 'Who Do You Call When The Police Murders?'.
"Pembunuh, pembunuh, pembunuh," teriak para mahasiswa di depan Mabes Polri.
Aksi ini membuat arus lalu lintas di Jalan Trunojoyo arah Senopati dialihkan, sedangkan arah Blok M padat kendaraan.
Aparat kepolisian terlihat telah bersiaga di sekitar pintu gerbang Mabes Polri dan melakukan pengaturan lalu lintas.
Sementara koordinator lapangan secara bergantian memberikan instruksi melalui pengeras suara.