3 Dampak Buruk Akibat Terlalu Mandiri, Jadi Mudah Kesepian?
GH News February 27, 2026 10:10 PM
Jakarta -

Sering kali kehidupan dewasa menuntut siapa pun untuk tampak tangguh dan mandiri dalam menyelesaikan berbagai masalah. Ternyata dalam psikologi, sikap yang terlalu mandiri bisa berdampak pada kesehatan mental. Apa dampaknya?

Psikolog lulusan Universitas Cornell dan Universitas Colorado Boulder, Amerika Serikat, Mark Travers, Ph D, menerangkan bahwa studi menemukan bahwa mandiri yang berlebihan bisa berdampak kurang baik. Ketika orang bersikap terlalu mandiri, bisa menurunkan kualitas hubungan dengan orang serta mengikis kesejahteraan mental.

Menurut Travers, terlalu mandiri sebenarnya strategi bagi orang dalam bertahan hidup dengan dampak yang jarang terlihat. Sering kali bersikap mandiri dianggap tangguh dan kuat, tapi menyimpan dampak lain.

"Ketika terlalu mandiri, kita kurang memanfaatkan koneksi dalam hidup kita, (sehingga) perlahan kita akan kelelahan," ujarnya, seperti dikutip dari Psychology Today.

Berikut ini tiga dampak yang bisa ditimbulkan karena terlalu mandiri.

3 Dampak Buruk Akibat Terlalu Bersikap Mandiri Menurut Psikolog

Dapat Meningkatkan Risiko Kesepian

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial, sehingga membutuhkan dukungan secara emosional. Sebuah 177 studi pada 2022 yang melibatkan 113 ribu responden, menunjukkan bahwa hubungan negatif yang erat antara dukungan sosial yang dirasakan dan perasaan kesepian.

Itu berarti saat seseorang terbiasa mengandalkan diri sendiri dan menolak bantuan saat butuh, maka ia memiliki risiko kesepian yang tinggi. Data lain pada 2018 menunjukkan, kurangnya dukungan sosial dan kesepian berkaitan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan kejiwaan lainnya dari waktu ke waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang memaksakan diri bekerja atau menghadapi masalah sendirian tampaknya kuat dan hebat. Jika dilihat secara internal, kebiasaan ini dapat mengakibatkan stres kronis pada otak dan menimbulkan gangguan mental. Lama-kelamaan, rasa mandiri berubah menjadi pengabaian diri dan merasa terasingkan.

Masalah akan lebih sulit diselesaikan jika kita menarik diri atau mengasingkan diri kita. Sebaliknya, kehadiran orang-orang yang kita sayangi dan mendukung secara mental sangat meringankan beban pikiran.

Dapat Menurunkan Harga Diri

Sejumlah penelitian menyampaikan bahwa dukungan sosial yang kita rasakan, berhubungan erat dengan harga diri dan ketahanan psikologis. Menurut meta-analisis yang diikuti ribuan peserta termasuk remaja rentan, menemukan dukungan sosial yang tinggi dapat menciptakan ketahanan psikologis yang besar dan kesepian yang lebih rendah.

Saat seseorang menolak bantuan orang lain dan tidak mau berbagi beban, maka ia sudah memutus sumber daya utama untuk mengelola emosi. Padahal ketahanan mental sangat jarang sepenuhnya dibangun sendirian.

Kemampuan manajemen diri seperti efikasi diri, inisiatif, dan fleksibilitas mental dapat melindungi seseorang dari kesepian emosional. Namun, bagian paling pentingnya adalah tahu kapan harus meminta dukungan dan menjaga koneksi sosial.

Apabila kemandirian dimaknai sebagai penolakan penuh atas bantuan, efek perlindungan ini justru akan menghilang. Sehingga memunculkan persepsi tidak sehat, bahwa segala sesuatu harus diselesaikan secara mandiri.

Dapat Membuat Kesulitan saat Sendiri

Menghindari ketergantungan pada orang lain, berarti menghilangkan perlindungan emosional dan praktis yang dapat mengurangi stres. Penelitian menyebut isolasi sosial, kesepian, dan minimnya dukungan, bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tapi juga fisik.

Contohnya seorang lansia yang kurang dukungan sosial, cenderung lebih mudah terserang penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi. Tinjauan studi 2018 lalu juga mengaitkan isolasi sosial dan kesepian, dengan depresi, kecemasan, pemulihan lambat dari gangguan mental, dan berkurangnya kepuasan hidup. Biasanya, seseorang menjadi sangat mandiri karena beberapa hal seperti, kepribadian, pola asuh, budaya, respon sosial pada kemandirian, hingga rasa takut yang dianggap sebagai beban. Seiring berjalannya waktu, hal-hal tersebut membentuk pola pikir, kemudian kerentanan dianggap sebagai hal sepele, muncul penyangkalan butuh orang lain, dan menganggap hubungan sebatas opsional.

Meski sikap mandiri terasa lebih aman daripada meminta bantuan, penelitian menyebut koneksi sosial adalah hal yang penting. Kemampuan diri sendiri belum cukup untuk pemulihan, pengendalian emosi, dan ketahanan jangka panjang.

Cara Agar Tetap Mandiri Tanpa Merugikan Diri Sendiri

1. Menyadari jika ada tanda-tanda terlalu mandiri terasa mengganggu. Seperti jadi mengalami kelelahan kronis, mati rasa emosional, menarik diri dari hubungan, meningkatnya kecemasan, lebih mudah tersinggung, serta sulit meminta bantuan.

2. Bangun dukungan sosial yang dapat melindungi diri dari stres, depresi dan kesepian.

3. Pandang dukungan sebagai sumber kekuatan, bukan bentuk kelemahan.

4. Berlatih manajemen diri yang seimbang. Pertahankan tujuan pribadi, batasan, dan disiplin tanpa meninggalkan koneksi sosial.

5. Utamakan hubungan berkualitas, daripada aksi heroik sendirian. Faktanya, kepercayaan, pengertian, dan kedekatan jauh lebih penting dari narasi 'hasil sendiri.'

6. Mengubah sudut pandang kerentanan jadi kekuatan. Meminta bantuan dan mengakui kekurangan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan sikap yang menunjukkan kematangan emosional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.