Tolak Narasi Darurat Militer, GMPB Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan
Paul Manahara Tambunan February 27, 2026 10:29 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Seruan untuk merawat perdamaian dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua terus bergulir.

Gerakan Muda Papua Bersatu (GMPB) secara tegas menolak segala bentuk provokasi, termasuk penyebaran narasi darurat militer yang dinilai hanya akan menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

Ketua GMPB, Dede Fachrudin, menekankan bahwa narasi-narasi instabilitas yang digulirkan oleh kelompok tertentu bukanlah cermin dari perjuangan yang membangun.

Sebaliknya, upaya tersebut dianggap sebagai langkah sistematis yang berisiko merusak tatanan sosial dan psikologis warga.

Baca juga: Anggaran Triliunan, Program MBG dan Koperasi Merah Putih di Papua Dinilai Kurang Pengawasan

"Gerakan Muda Papua Bersatu dengan tegas menolak segala bentuk provokasi dan penyebaran isu darurat militer yang tidak berdasar. Narasi tersebut hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan masyarakat luas,” ujar Dede saat memberikan keterangan di Posko GMPB Kota Jayapura, Sabtu (27/2/2026).

Menurut Dede, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat mutlak bagi kemajuan Papua.

Ia memandang bahwa stabilitas adalah fondasi utama untuk menggerakkan roda ekonomi, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat. 

Tanpa adanya rasa aman, agenda pembangunan di Tanah Papua akan sulit berjalan maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, GMPB juga mengetuk kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga intelektual, untuk bersikap kritis dalam menyerap informasi.

Generasi muda diminta tidak terjebak dalam pusaran informasi yang menyesatkan.

Baca juga: Benny Wenda Desak Pemimpin Pasifik Tekan Indonesia, Soroti Operasi Militer di Puncak

"Mari kita bijak menyaring informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran isu yang justru merusak daerah kita sendiri," tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa masa depan Papua seharusnya dirajut melalui kerja nyata dan persatuan, bukan melalui narasi yang memecah belah.

 "Papua adalah tanah damai. Jangan biarkan provokasi mengoyak persaudaraan yang telah kita jaga bersama," pungkas Dede. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.