TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Raihan Mufazzar (22) ternyata sudah menyiapkan rencana gelap jauh sebelum kapak yang ia asah menghantam tubuh Faradilla Ayu Pramesti (23).
Aksi brutal yang terjadi di lingkungan kampus pada Kamis (26/2/2026) tersebut rupanya telah dipendam pelaku selama berbulan-bulan sebelum akhirnya benar-benar dieksekusi di depan ruang sidang proposal.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membeberkan bahwa niat jahat Raihan sudah muncul sejak November 2025.
Selama waktu tersebut, pelaku menunggu momen hingga akhirnya memutuskan untuk bertindak kemarin. .
"Dari hasil pemeriksaan, R telah memiliki niat sejak November 2025 lalu untuk melakukan perbuatan tersebut. Namun baru dilaksanakan kemarin," ujar Anggi pada Jumat (27/2/2026).
Sebelum melangkahkan kaki menuju kampus di hari kejadian, R secara khusus mempersiapkan senjata tajam berupa kapak dan parang.
Tidak sekadar membawa, ia sengaja mengasah kedua senjata tersebut di rumahnya agar lebih mematikan saat digunakan untuk menyerang korban.
"Pelaku mengasah kapak dan parang yang akan dibawanya untuk melancarkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban. Setelah itu ia baru menuju kampus UIN Suska,” jelas Anggi.
Detik-detik penyerangan berlangsung mencekam di Gedung Belajar Fakultas Syariah dan Hukum.
Korban saat itu sedang duduk menunggu giliran untuk sidang proposal.
Tiba-tiba, pelaku datang membawa kapak dan langsung melancarkan serangan membabi buta.
Saat penyerangan itu terjadi, sejumlah mahasiswa lain ada di sekitar.
Namun mereka tak berani bertindak karena pelaku membawa kapak.
Akibat serangan tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius di bagian kuping, kening, leher, tangan kiri, hingga tiga luka bacok di punggung.
Sementara itu, penanganan kasus yang sebelumnya berada di Polsek Binawidya kini telah ditarik ke Satreskrim Polresta Pekanbaru.
Baca juga: Kisah Asmara di Balik Pembacokan Mahasiswi di Riau, Pelaku Baper Dapat Perhatian dari Pacar Orang
Raihan kini mendekam di sel tahanan Polresta Pekanbaru secara terpisah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Postingan Terakhir Pelaku
Di balik peristiwa pembacokan itu, jejak aktivitas digital pelaku justru memperlihatkan sisi yang berbanding terbalik.
Sehari sebelum pembacokan terjadi, pelaku sempat aktif di TikTok dengan mengunggah foto-foto kebersamaannya dengan korban.
Dalam unggahan tersebut, keduanya tampak akrab berpose mengikuti tren video yang sedang populer.
Raihan bahkan menyertakan lagu "You Da One" dari Rihanna, yang liriknya bercerita tentang perasaan cinta mendalam, bahagia, sekaligus obsesif.
Tak hanya itu, di media sosial Instagram, ia juga sempat mengunggah story singkat bertuliskan "Tak Terlupakan!" tepat di malam sebelum peristiwa berdarah itu berlangsung.
Hingga saat ini, polisi menduga kuat bahwa motif serangan ini berakar dari persoalan pribadi terkait hubungan asmara.