Polisi Kejar Eksekutor Curanmor di Bandar Lampung
soni yuntavia February 27, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.iid, Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terus memburu satu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masuk daftar pencarian orang (DPO), setelah sebelumnya berhasil menangkap satu tersangka lainnya.

Pelaku yang masih buron diketahui berinisial IR alias Gerandong. Ia diduga berperan sebagai eksekutor dalam aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, satu pelaku lain berinisial AD (26), warga Desa Jabung, Kabupaten Lampung Timur, telah lebih dahulu diringkus aparat pada Selasa (24/2/2026) dini hari di wilayah Desa Jabung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman serta pengejaran terhadap IR.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku yang berperan sebagai eksekutor,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini terlebih dahulu berkeliling memantau situasi di lokasi sasaran. Setelah memastikan kondisi aman, mereka kemudian merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci letter T.

AD sendiri diduga bertugas sebagai pengawas situasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), memastikan kondisi sekitar aman sebelum eksekutor melancarkan aksinya.

Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/245/XI/2025/SPKT/Polsek Kedaton/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, tertanggal 21 November 2025.

Aksi pencurian tersebut terjadi di Perumahan Kanio Kencana, Kampung Baru, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu (15/11/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Korban berinisial AD (23) kehilangan satu unit sepeda motor Honda CRF 150 warna hitam yang diparkir di halaman rumahnya.

Selain memburu IR, polisi juga tengah mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan komplotan tersebut dalam sejumlah aksi curanmor lain di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengetahui sudah berapa kali kawanan ini melakukan aksinya,” kata Gigih.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.