POSBELITUNG.CO - Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, terkait pengadaan mobil dinas baru kini menjadi sorotan tajam publik.
Polemik ini bermula dari anggaran fantastis mencapai Rp8,5 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk kendaraan dinas operasional sang gubernur di Jakarta.
Rudy Masud secara terbuka menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah seperti Kijang karena dianggap tidak merepresentasikan kekuatan ekonomi daerahnya.
"Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tegas Rudy saat menanggapi kritik terkait pengadaan tersebut pada Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang sedang diproses tersebut merupakan jenis SUV hybrid mewah dengan spesifikasi teknis tinggi, yakni mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP yang didukung motor listrik 140 kW.
Pengadaan ini memicu gelombang protes dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026).
Menghadapi desakan tersebut, Rudy Masud meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berpikiran negatif.
"Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta," ujar Rudy/
Rudy berargumen bahwa pemilihan spesifikasi mobil tersebut masih berada dalam koridor hukum, khususnya merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah.
Selain itu, ia menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia menyusul keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, fasilitas yang mumpuni diperlukan untuk menyambut tamu-tamu internasional agar martabat daerah tetap terjaga.
"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tersebut.
Namun, alasan "martabat daerah" yang disampaikan gubernur berbanding terbalik dengan jeritan warga di akar rumput.
Suryani, seorang pedagang di Samarinda, mengaku bingung dengan prioritas anggaran tersebut sementara infrastruktur dasar masih memprihatinkan.
“Pas dengar harganya sampai segitu, bingung ya, jalan di sini aja masih ada yang berlubang, Kami tiap hari lewat. Kalau menurut saya sih, mending buat tambal jalan dulu,” keluh Suryani dikutip dari kompas.com.
Hal senada diungkapkan oleh Martinus, warga Kabupaten Mahakam Ulu, yang menyoroti sulitnya akses transportasi di daerahnya saat musim hujan.
Ia berharap anggaran miliaran rupiah itu bisa dialihkan untuk memperbaiki akses di kampung-kampung terpencil daripada sekadar membeli mobil mewah bagi pejabat.
“Kalau jalan bagus, yang jualan, yang belanja nyaman, Kan dipakai tiap hari,” katanya.
Rajian (39), warga lainnya juga punya pendapat serupa.
Ia menilai uang miliaran rupiah bisa dipakai untuk fasilitas umum.
“Kalau bisa ya buat yang dipakai orang banyak. Sekolah diperbaiki, puskesmas dibagusin, atau tempat olahraga. Daripada mobil mahal, kami sih lebih senang lihat yang begitu,” ucapnya.
Menurutnya, masyarakat sebenarnya tidak melarang kepala daerah punya mobil dinas.
“Ya wajar ada mobil dinas. Cuma kalau sampai Rp 8 miliar lebih, yang pakai satu orang, kita pasti mikir-mikir” katanya.
Sementara itu, Martinus (44), warga asli Kabupaten Mahakam Ulu mengaku di daerahnya akses jalan masih jadi persoalan.
Di Mahulu ini kalau hujan, jalan bisa susah dilewati. Ada kampung yang aksesnya terbatas. Jadi pas dengar ada mobil dinas mahal, ya kami mikir, apa nggak bisa itu dipakai bantu perbaiki jalan di sini,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Rudy Mas'udmenjabat sebagai Gubernur Kaltim untuk periode 2025–2030.
Pria kelahiran 7 Desember 1981 ini juga dikenal sebagai seorang pengusaha dan politikus Partai Golkar.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 2019–2024 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur.
Di Partai Golkar dirinya juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur untuk periode 2020-2025.
Mengutip kaltimprov.go.id, Rudy Mas'ud juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2025–2029.
Lantas berikut riwayat pendidikan, organisasi dan pekerjaan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud:
SD , SDN 008 BALIKPAPAN . Tahun: 1987 – 1993
SMP , SMP N 4 SAMARINDA . Tahun: 1993 – 1996
SMA , SMA N 2 BALIKPAPAN. Tahun: 1996 – 1999
S1 EKONOMI, UNIV.MULAWARMAN SAMARINDA. Tahun: 1999 – 2006
S2 , UNIV MULAWARMAN SAMARINDA . Tahun: 2017 –
ANGGOTA DPR RI , Sebagai: ANGGOTA DPR RI . Tahun: 2019 – 2024
BAROKAH BERSAUDARA PERKASA, Sebagai: EXECUTIVE CHARIMAN. Tahun: 2018 – SKRG
PT EISSU PRIMA USAHA , Sebagai: KOMISARIS . Tahun: 2015 – 2015
PT CAKRA BUANAMAS UTAMA , Sebagai: DIRUT . Tahun: 2015 – 2018
PT EISSU PRIMA USAHA , Sebagai: DIRUT. Tahun: 2015 – 2018
PT CAKRA BUANAMAS UTAMA , Sebagai: KOMISARIS . Tahun: 2014 – 2015
PT BAROKAH BERSAUDARA PERKASA , Sebagai: DIRUT . Tahun: 2007 – 2013
Riwayat Organisasi
SOKSI KAL-TIM, Sebagai: KETUA . Tahun: 2018 – 2023
PERBASI KAL-TIM, Sebagai: KETUA . Tahun: 2017 – 2021
Berdasarkan laporan harta kekayaannya yang dilaporkan 22 Maret 2024 untuk periodik 2023.
Berdasarkan LHKPN itu, ia memiliki total Harta Kekayaan mencapai Rp 320 Miliar.
Namun Rudy Masud juga punya hutang sebesar Rp 137 Miliar.
Sehingga Harta Kekayaan bersihnya adalah sebesar Rp 183 Miliar.
Berikut data hartanya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 26.500.500.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/50 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 250.500.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 170 m2/170 m2 di KAB / KOTA KOTA SAMARINDA , HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 685 m2/590 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.200.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 720 m2/590 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 15.000.000.000
5. Tanah Seluas 100000 m2 di KAB / KOTA PENAJAM PASER UTARA, LAINNYA Rp. 2.050.000.000.
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 260.000.000
1. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
2. MOBIL, HONDA FREED Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp. 85.000.000
3. MOBIL, SUZUKI X-OVER Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 450.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 17.303.202.983
F. HARTA LAINNYA Rp. 259.000.000.000
Sub Total Rp. 303.513.702.983
III. HUTANG Rp. 137.694.480.000
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 165.819.222.983.
(Tribun Lampung/ Tribunnews/ Kompas.com)