TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Masjid An Nur Kendari di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyiapkan kuota 300 jemaah untuk program itikaf Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Program itikaf ini difokuskan pada 10 malam terakhir Ramadan, periode yang secara umum dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah.
Itikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang biasanya diisi dengan salat sunnah, tadarus Al-Qur’an, zikir, dan amalan lainnya.
Ketua Masjid An Nur Kendari, Ustadz Dani Sofyan, mengatakan jumlah peserta dibatasi karena menyesuaikan kemampuan penyediaan konsumsi sahur bagi jemaah.
Panitia hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 juta per hari untuk kebutuhan makan sahur selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Amalan di Malam-malam Terakhir Ramadan Ibadah Diperpanjang, Dzikir, Perbanyak Sedekah hingga Iktikaf
“Karena keterbatasan anggaran konsumsi, kami batasi kuota peserta iktikaf agar pelayanan tetap maksimal,” kata Ustadz Dani saat ditemui Tribunnewssultra.com, Jumat (27/2/2026).
Menurut Dani, minat masyarakat biasanya meningkat signifikan pada 10 malam terakhir Ramadan karena banyak jemaah ingin meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Pihak masjid juga telah menyiapkan rangkaian ibadah pendukung untuk menunjang kekhusyukan peserta selama beriktikaf.
Salah satu agenda utama adalah pelaksanaan salat tahajud berjamaah setiap malam sebagai bagian dari program spiritual Ramadan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih fokus beribadah sekaligus memperkuat suasana religius di Masjid An Nur selama penghujung Ramadan,” jelasnya. (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)