TRIBUNJATIM.COM - Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk menjaga sikap, ucapan, dan perbuatan selama berpuasa.
Di tengah aktivitas sehari-hari, muncul pertanyaan yang kerap diperbincangkan: apakah memakai parfum saat puasa dapat membatalkan atau mengurangi pahala?
Dalam tayangan program Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, dosen UIN Raden Mas Said, Khasan Ubaidillah, menjelaskan bahwa hukum dasar memakai parfum saat puasa adalah boleh.
"Hukum dasarnya kita yang namanya menggunakan parfum pada saat orang melaksanakan puasa sebenarnya adalah boleh," ujarnya.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Imsak Ramadan 2026 untuk Wilayah Sidoarjo
Menurut Khasan, tidak ada dalil yang menyatakan bahwa memakai wewangian dapat membatalkan puasa. Selama tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui rongga yang membatalkan puasa, maka ibadah tetap sah.
Anggapan bahwa memakai parfum dapat mengurangi pahala puasa juga dinilai tidak tepat.
"Kalau ada yang mengatakan bahwa katanya kalau orang itu puasa kemudian menggunakan parfum maka akan berkurang pahalanya, itu enggak, karena pada hukum dasarnya adalah boleh," jelasnya.
Meski diperbolehkan, penggunaan parfum tetap perlu memperhatikan batas kewajaran.
Dalam ajaran Islam, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan memang tidak dianjurkan.
"Tapi kalau nanya berlebihan apapun bentuknya apapun yang dilaksanakan menjadi kurang baik, itu iya," tegasnya.
Baca juga: Takjil atau Nasi Dulu saat Buka Puasa? ini Urutan Makan yang Tepat Menurut Ahli Gizi UGM
Prinsip ini berlaku secara umum, bukan hanya dalam hal memakai wewangian.
Artinya, memakai parfum secara berlebihan hingga menimbulkan gangguan bagi orang lain tentu kurang baik.
Namun, hal tersebut tidak serta-merta membatalkan puasa.
Puasa tetap sah selama tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat.
Menariknya, menjaga kebersihan dan penampilan tetap rapi saat berpuasa justru dianjurkan.
"Bahkan sebenarnya kalau kita sadari betul justru ada anjuran untuk kemudian orang yang melaksanakan puasa itu ketika dia paginya mengawali puasa itu ada anjuran untuk kemudian menggunakan wewangian," terangnya.
Mengawali hari dengan tubuh bersih dan harum dapat meningkatkan rasa percaya diri serta semangat dalam menjalankan ibadah.
Tujuannya agar orang yang berpuasa tidak terlihat lesu, tidak terawat, atau kehilangan motivasi.
Jika memakai parfum membuat seseorang lebih bersemangat bekerja, beraktivitas, dan beribadah, maka hal itu bisa menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan kualitas puasanya.
"Kalau kemudian memang dengan menggunakan parfum membuat dia lebih semangat melaksanakan puasa, justru baik akan itu menjadi salah satu anjuran dalam melaksanakan dan mengoptimalkan aktivitas ibadah puasa itu sendiri," ungkapnya.
Kesimpulannya, memakai parfum saat puasa hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa.
Tidak ada dasar yang menyatakan bahwa pahala akan berkurang hanya karena menggunakan wewangian.
Namun, tetaplah disarankan parfum secara wajar dan tidak berlebihan.
Niatkan untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan semangat beribadah, bukan untuk bermegah-megahan atau menarik perhatian secara berlebihan.