TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSIM Yogyakarta berhasil mengakhiri puasa kemenangan setelah menumbangkan PSBS Biak pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026.
Dalam laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026) malam, PSIM menang dengan skor 4-2.
Empat gol Laskar Mataram dicetak Franco Ramos pada menit ke-15 dan 64, serta dua gol lainnya dari Ze Valente pada menit ke-69 dan 89.
Sementara itu, dua gol PSBS Biak dibukukan Eduardo Barbosa pada menit ke-36 dan Ruyery Blanco pada menit ke-82.
Kemenangan ini tak hanya mengakhiri puasa tiga poin PSIM dalam lima laga terakhir, tetapi juga mendongkrak posisi mereka di klasemen.
PSIM naik dua tingkat ke peringkat enam dengan koleksi 36 poin, menggusur Persita Tangerang dan Bhayangkara FC.
Sebaliknya, PSBS Biak belum beranjak dari papan bawah dan tertahan di posisi ke-15 dengan 18 poin.
Tuan rumah tampil agresif sejak menit awal. Peluang pertama hadir pada menit ke-5 lewat sepakan keras Fahreza Sudin, namun bola masih melambung di atas mistar gawang PSBS.
Empat menit berselang, tim tamu mengancam melalui serangan balik cepat. Beruntung bagi PSIM, Franco Ramos sigap memblok umpan berbahaya pemain PSBS sebelum menjadi peluang matang.
Laga berjalan terbuka pada 15 menit pertama dengan jual beli serangan, meski skor masih 0-0.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. PSIM membuka keunggulan melalui kapten tim, Franco Ramos.
Berawal dari umpan matang Ezequiel Vidal, pemain asal Argentina itu menanduk bola yang tak mampu dihalau kiper PSBS, Aldo Geraldo. PSIM memimpin 1-0.
Tertinggal satu gol, PSBS meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas didapat pada menit ke-23 lewat sundulan keras, namun bola hanya membentur mistar gawang yang dikawal Cahya Supriadi.
Memasuki menit ke-30, PSBS terus berupaya menyamakan kedudukan, sementara PSIM mencoba menambah keunggulan.
Hujan gerimis yang mulai turun membasahi rumput Stadion Maguwoharjo menambah dinamika pertandingan.
Upaya PSBS membuahkan hasil pada menit ke-36. Eduardo Barbosa mencetak gol penyama kedudukan melalui sepakan mendatar yang gagal diantisipasi Cahya Supriadi. Skor berubah menjadi 1-1.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, kedudukan tetap imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung intens dan penuh tekanan.
Memasuki babak kedua, hujan semakin deras mengguyur stadion. PSIM belum melakukan pergantian pemain di awal paruh kedua.
Franco Ramos kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-64 melalui tandukan, memanfaatkan umpan Ze Valente dari situasi bola mati. Skor berubah menjadi 2-1.
Setelah gol tersebut, pelatih Jean-Paul van Gastel melakukan tiga pergantian pemain depan, termasuk menarik Nermin Haljeta dan menggantinya dengan Deri Corfe.
Ini menjadi kali pertama Haljeta tidak bermain selama 90 menit penuh musim ini.
Pergantian itu berdampak positif. Pada menit ke-69, Ze Valente mencetak gol setelah menyambar bola muntah dari luar kotak penalti. PSIM memperlebar keunggulan menjadi 3-1.
PSBS sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82 melalui tembakan mendatar Ruyery Blanco dari dalam kotak penalti yang memperdaya Cahya Supriadi. Skor berubah menjadi 3-2.
Namun, PSIM memastikan kemenangan pada menit ke-89 lewat gol kedua Ze Valente. Sepakan kerasnya kembali merobek gawang PSBS dan mengunci kemenangan 4-2 hingga laga usai.