Jalan Gunung Ulin Banjar Hampir Putus Akibat Tambang, Mantan Cagub Kalsel Colek Presiden Prabowo
Hari Widodo February 28, 2026 08:43 AM

BANJARMASINPOST.CO, ID, MARTAPURA- Kondisi jalan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Matraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menjadi sorotan setelah sebuah video warga beredar di media sosial.

Dalam rekaman terlihat akses desa dikepung galian besar yang diduga akibat penambangan.

Jalan utama masyarakat, yang berada di antara lubang menganga, memicu kekhawatiran soal keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam dan musim hujan.

Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berharap ada perhatian dari pemerintah.

Baca juga: Kebakaran Batubara KM 171 Satui Diduga Tambang Ilegal, DPRD Kalsel Minta Penanganan Serius

Sementara ini video itu menuai beragam tanggapan dari netizen, yang mempertanyakan aspek keamanan serta pengawasan aktivitas tambang di sekitar permukiman. Bahkan advokat nasional, Denny Indrayana, yang juga mantan calon gubernur Kalimantan Selatan, mengunggah masalah ini di akun media sosialnya. Deny pun mentaq atau mencolek Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden prabowo @presidenrepublikindonesia, Satgas apapun namanya, berikut masih aktivitas tambang ilegal batu bara yang hingga nyaris memutus jalan. Ini di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalsel. Mana aparat, mana pemda, mana semua yang harusnya menertibkan? Diam karena uang?,” tulis Denny di akun instagramnya.

Warga termasuk Kepala Desa Sunarto sudah sering protes namun tak kunjung dihiraukan.

Saat dikontak ulang pada Kamis (26/2) dan Jumat (27/2), Sunatro tidak merespons. Termasuk pertanyaan kondisi terkini jalan rusak imbas pertambangan di desanya.

Namun Kades Gunung Ulin tersebut sempat menyatakan sudah sering mengeluhkan soal jalan rusak ke berbagai pihak akibat tambang.

“Sudah ke Pemkab juga, PU, Dishub sudah juga,” kata Sartono pada 10 Desember 2025.

Bahkan pihaknya, bersama BPD dan Ketua RT sebenarnya sudah beberapa kali mendatangi pihak penambang, yang saat itu beroperasi, untuk memintanya menghentikan aktivitas namun tak dihiraukan.

Seingat dia, tambang itu sudah beroperasi sejak September 2024. Namun pihak penambang tidak pernah berkoordinasi dengan aparat dan masyarakat desa.

Kini aktivitas penambangan berhenti namun menyisakan lubang yang mengikis bahu jalan desa hingga sering mengakibatkan longsor. Bahkan, jalan antar desa di lokasi itu sisa tiga meter dari sebelumnya enam meter.

Bahkan, longsor kembali terjadi pada 10 Desember 2025. Tampak, perbaikan badan jalan dilakukan dengan alat berat, lalu ditumpuk dengan urukan tanah serta diberi tali pembatasan seadanya.

Di mana saat dilakukan perbaikan badan jalan yang sudah kerap kali longsor ini, turut diketahui pihak Polsek Mataraman dan aparat desa setempat.

Karena abrasi, jalan utama Desa Gunung Ulin terancam putus. Di sisi jalan sudah separuh badan jalan hilang digerus longsor akibat aktivitas tambang batu bara.

Baca juga: Usai Divideo Call Mentrans, Warga Bekambit Kotabaru Takut Bicara Terkait Kasus Lahannya Jadi Tambang

Jalan itu bagi warga Desa menjadi akses utama bukan hanya bagi warga Gunung Ulin, tetapi juga bagi desa-desa tetangga seperti Ulin Lama, Ulin Baru, Rejo Mulyo, Salam Baru, Guntung Jaring, Pengaringan, Tanjung Baru, hingga Ame-Ame.

 “Kalau mau belanja, kami lewat jalan itu baik ke sekolah ke pasar, ke kebun lewat jalan itu. Kalau itu putus ya gak bisa lewat,” kata Karni warga setempat.

Sejatinya ada jalan alternatif namun harus memutar jauh sekitar 20 kilo memutar yakni lewat Jalan Kahelaan-  Pingaran Eks Jalan Hendratna. Itu pun akses jalan sawit. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.