- Kasus meninggalnya NS (13) di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus bergulir. Ayah korban, Anwar Satibi (38), menyampaikan sejumlah pengakuan terkait hubungannya dengan mantan istrinya, Lisnawati, serta istri barunya, TR (47).
NS yang merupakan anak dari pernikahan Anwar dan Lisnawati, meninggal dunia secara tidak wajar dan diduga menjadi korban penganiayaan yang mengarah kepada TR, ibu tiri korban. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Jampangkulon, sekitar 56 kilometer dari Palabuhanratu, ibu kota Kabupaten Sukabumi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Lisnawati melaporkan Anwar atas dugaan KDRT dan penelantaran anak pada Selasa (24/2/2026). Menanggapi hal tersebut, Anwar membenarkan dirinya pernah memotong rambut Lisnawati menggunakan golok saat masih berumah tangga, namun ia menegaskan peristiwa itu terjadi belasan tahun lalu saat mereka masih menikah siri dan dilakukan sebagai bentuk teguran agar istrinya mau berkomunikasi.
Anwar juga membantah tuduhan penelantaran anak dan menilai pelaporan tersebut di tengah suasana duka sebagai hal yang tidak masuk akal. Ia menegaskan selama ini tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan NS, termasuk memindahkannya ke pondok pesantren dan sekolah di wilayah Cilubang atas keputusan TR yang awalnya menaruh simpati pada korban.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mendalami sejumlah keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya remaja tersebut.