TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meninjau ruas jalan sekitar Pasar Sambikenceng, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jumat (27/2/2026).
Ini menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai genangan air yang sering terjadi di kawasan pasar kala hujan deras.
Hasil peninjauan, Kang Marhaen -sapaan Bupati- mendapati dua faktor penyebab munculnya genangan di sana.
Faktor itu yakni, posisi bangunan rumah warga saat ini rata-rata lebih tinggi dibandingkan saluran drainase dan penyumbatan akibat masih banyak tumpukan sampah yang dibuang sembarangan ke selokan.
Guna mengatasinya, langkah awal, ia mengimbau warga dan pemilik bangunan di sepanjang kawasan Pasar Sambikenceng untuk berpartisipasi aktif dengan menyediakan bak kontrol di depan rumah maupun bangunan masing-masing.
"Bak kontrol dinilai penting sebagai titik pemantauan dan pembersihan sedimen maupun sampah yang mengendap di saluran drainase," katanya.
Ia menekankan perlunya koordinasi yang intens antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat supaya persoalan drainase tidak terus berulang.
"Kami minta tolong Pak Camat, Pak Lurah beserta jajarannya untuk ikut membantu dan mengawal di lapangan," tambahnya.
Baca juga: Bupati Nganjuk Kang Marhaen dan Baznas Serahkan Bantuan RTLH di Desa Sumberagung
Ia turut menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga fungsi selokan.
Padahal saluran air atau selokan tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah karena berdampak langsung pada banjir hingga mengganggu roda ekonomi di kawasan pasar.
Dia lantas meminta dinas terkait bersama perangkat desa untuk lebih masif melakukan sosialisasi kebersihan lingkungan.
Sekaligus mendorong keterlibatan pedagang serta warga sekitar dalam menjaga drainase tetap bersih.
"Kami berharap berharap kesadaran kolektif masyarakat Pasar Sambikenceng untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi drainase kian tumbuh," ucapnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik