TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Aksi kejar-kejaran mewarnai penertiban sejumlah pak ogah yang viral karena diduga memalak pengendara di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Para pak ogah tersebut sempat berusaha melarikan diri saat petugas Satpol PP Kecamatan Grogol Petamburan datang ke lokasi.
Namun, mereka akhirnya menyerah setelah diburu hingga ke ujung jalan.
Kepala Satpol PP Kecamatan Grogol Petamburan, Cahya Melansari, menjelaskan para pak ogah diamankan bukan hanya karena aksi pemalakan terhadap pengendara.
Menurutnya, keberadaan mereka juga memperparah arus lalu lintas di Jalan Latumenten yang saat ini tengah dalam proses pembangunan flyover.
“Pak ogah ini meminta uang atau melakukan parkir liar di sekitar Latumenten yang menyebabkan kemacetan. Jadi seperti itu,” kata Cahya saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).
Ia mengungkapkan, aktivitas para pak ogah biasanya dilakukan secara masif, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
Bahkan, mereka sengaja memanfaatkan kepadatan lalu lintas akibat proyek pembangunan jalan layang di kawasan tersebut.
“Jadi mereka memang sengaja memanfaatkan kemacetan, terutama saat ada proyek Flyover Latumenten ini,” ujarnya.
Dalam penertiban yang dilakukan selama dua hari, petugas mengamankan total sembilan orang pak ogah.
Rinciannya, pada 25 Februari 2026 terjaring dua orang. Kemudian pada 26 Februari 2026 siang hari enam orang, dan malam harinya satu orang.
“Total sembilan orang,” ucap Cahya.
Saat ini, kesembilan pak ogah tersebut telah diserahkan ke panti sosial untuk menjalani pembinaan.
Cahya menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli rutin di Jalan Latumenten guna mencegah munculnya kembali pak ogah yang meresahkan masyarakat.