Disbun Fakfak Tutup Pendaftaran Program Kapala Emas, Ini Alasannya
Tarsisius Sutomonaio February 28, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menutup pendaftaran pendataan 1.000 hektare Program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas Fakfak), 27 Februari 2026.

"Target pendataan dan peminatan tanam pala 1.000 hektare telah tercapai," ujar Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (28/2/2026).

Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara Dinas Perkebunan bersama Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F), pemerintah distrik hingga kampung.

"Termasuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas pala sebagai unggulan daerah," kata Widhi Asmoro Jati.

Menurutnya, program ini merupakan program peminatan, petani secara sukarela dan antusias mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala di Kabupaten Fakfak.

Ia juga menyatakan keberhasilan pendataan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung program hilirisasi kawasan perkebunan pala, yang menjadi program prioritas nasional dan daerah.

"Hilirisasi kawasan diarahkan untuk memperkuat ekosistem perkebunan pala secara menyeluruh," katanya.

Baca juga: 8 Pelaku Usaha Pala Grosir Janji Jaga Mutu Pala Tomandin Fakfak

 

Hilirisasi tidak hanya pada peningkatan luas dan produksi, tetapi juga pada penguatan pascapanen, pengolahan, pengembangan produk turunan bernilai tambah, hingga akses pemasaran.

Komoditas pala diharapkan berdampak ekonomi yang lebih besar, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Disbun Kabupaten Fakfak memasuki mekanisme lanjutan berupa tahapan verifikasi dan validasi data.

"Proses ini meliputi pemeriksaan identitas calon penerima manfaat, pengecekan dan penetapan titik lokasi lahan, serta memastikan kesesuaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan program," ujar Widhi Asmoro Jati.

Tahapan ini bertujuan untuk menjamin ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung agenda hilirisasi perkebunan pala secara berkelanjutan.

"Bagi masyarakat yang belum berkesempatan masuk dalam kuota tahun ini, diharapkan tetap mempersiapkan diri, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun kesiapan lahan, untuk diusulkan pada tahap berikutnya di tahun mendatang," katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Fakfak melalui Dinas Perkebunan berkomitmen terus melanjutkan Program Kapala Emas.

"Diperkuat melalui pendekatan kawasan dan hilirisasi, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi kesejahteraan petani pala di Kabupaten Fakfak," ucap Widhi Asmoro Jati.

Baca juga: Disbun Fakfak Gandeng Bank Papua Terapkan Virtual Account untuk Pembayaran Retribusi Pala

Dikatakan pula, program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas) bukan sekadar kegiatan perluasan tanam, tetapi merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang daerah.

Pembangunan kawasan pala harus dipandang sebagai tabungan masa depan masyarakat, ucapnya, karena pala merupakan komoditas unggulan Fakfak yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi.

"Ketika kita menanam hari ini, sesungguhnya kita sedang menyiapkan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani Fakfak di masa datang. Inilah bentuk investasi jangka panjang berbasis komoditas," kata Widhi Asmoro Jati.

Ia menegaskan pula bahwa melalui pendekatan kawasan dan dukungan program hilirisasi, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan adanya nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan rantai pemasaran.

"Nantinya, hasil yang diperoleh petani tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan berkembang menjadi sumber kesejahteraan yang lebih stabil dan berdaya saing," ujarnya.

Keberhasilan pendataan 1.000 hektare diangap sebagai bukti optimisme masyarakat terhadap masa depan komoditas pala.

"Pemerintah daerah akan terus menjaga konsistensi Pala di fakfak sebagai fondasi ekonomi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Fakfak sebagai daerah penghasil pala yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Widhi Asmoro Jati.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.