BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktris Naysila Mirdad kembali menunjukkan eksistensinya di industri film tanah air.
Ia kini dipercaya membintangi film layar lebar berjudul Kapal Terbang.
Diangkat dari kisah nyata, Film Kapal Terbang menceritakan tentang insiden pembajakan pesawat di era 1980-an.
Naysila memerankan sosok Puspita, seorang pramugari yang terjebak dalam insiden menegangkan tersebut.
Aktris 37 tahun itu mengaku sangat tergugah tiap kali membintangi film yang diangkat dari kisah nyata.
"Aku senang sekali terlibat dalam film ini yang memang diangkat dari sebuah kisah nyata. Tim membuat dari cerita hingga propertinya se-real mungkin," kata Naysila Mirdad di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikutip dari Wartakotalive.com, Jumat (27/2/2026).
Wanita yang akrab disapa Nay ini tak menampik, jarang sekali ia mendapatkan project film, yang ceritanya diangkat dari kisah nyata.
"Peran pramugari juga jarang banget dan belum pernah malah dapat peran seperti ini. Makanya aku antusias banget," ucapnya.
Putri dari Jamal Mirdad dan Lydia Kandao tersebut pun harus menjadi pramugari dengan latar cerita tahun 1981. Butuh riset mendalam agar perannya bisa meyakinkan.
Penampilan Puspita diakui Nay, tidak seperti pramugari zaman sekarang. Ia sering beradu akting dengan Pamela Sidarta dan Assila yang sama-sama jadi pramugari.
"Demi jadi pramugari era 1980-an aku harus rela buat potong rambut, yang jelas tidak sepanjang ini. Karena memang looknya berbeda sekali dari film-film aku sebelumnya," jelasnya.
"Panjang atau pendeknya rambut aku tuh mengikuti kebutuhan dari gambar dan cerita, makanya aku banyak diskusi sama sutradara," tambahnya.
Baca juga: Kabar Wardatina Mawa Layangkan Gugatan Cerai Sampai ke Telinga Insanul Fahmi, Kini Ngaku Kecewa
Di sisi lain, karena tragedi Woyla terjadi sebelum Ia lahir, adik Nana Mirdad ini juga mencari banyak referensi, termasuk berdiskusi dengan kedua orang tuanya.
Naysila Mirdad berharap film 'Kapal Terbang' bisa memberikan hiburan bagi penonton, jika sudah tayang di bioskop nantinya.
"Ya mudah-mudahan selama proses syuting masih berjalan semuanya lancar dan begitu tayang kita dapat respon yang positif. Banyak pesan moral yang bagus mau disampaikan, kalian harus nonton," ujar Naysila Mirdad.
Sementara itu sutradara film 'Kapal Terbang', Ozan Ruz merasa, film yang mengangkat cerita nyata tragedi Woyla harus diangkat dan dikenalkan ke generasi muda agar melek tentang sejarah kelam yang pernah terjadi di dunia penerbangan tanah air.
Meski begitu, Ozan Ruz tak terlalu menonjolkan soal ketengan konflik dalam tragedi itu, namun mengemasnya dengan mengangkat rasa kemanusiaan dalam ceritanya.
"Film Kapal Terbang mengajak kita melihat bahwa dalam situasi paling gelap sekalipun, yang dipertaruhkan sebenarnya adalah nilai hidup manusia," kata Ozan Ruz.
"Ketika rasa kemanusiaan hilang, ketika seseorang merasa benar hingga mengabaikan hidup orang lain, di situlah tragedi terjadi," tambahnya.
Ozan menceritakan, kalau Film ini berbicara tentang manusia yang terluka, manusia yang tersesat oleh pikirannya sendiri, dan bagaimana seharusnya kita belajar berdamai dengan diri kita sendiri sebelum kebencian mengambil alih.
"Karena pada akhirnya, yang ingin kami sampaikan sederhana tidak ada ideologi, tidak ada keyakinan, yang lebih besar daripada kemanusiaan," ungkapnya.
Salah satu tantangan terbesar memproduksi film ini adalah menghadirkan kembali suasana tahun 1980-an secara meyakinkan.
Ozan harus membangun elemen set periode dengan sangat detail mulai dari ruang kabin pesawat, atmosfer bandara, hingga menyatukan set yang dibangun secara artifisial dengan set nyata, agar semuanya terasa realistis dan hidup di layar.
"Saya berharap penonton tidak hanya melihat sebuah peristiwa, tetapi juga merasakan kembali bahwa menjaga kemanusiaan adalah hal yang paling penting dalam hidup kita," ucap Ozan Ruz.
Film 'Kapal Terbang' dibintangi Sederet aktor terbaik Indonesia, diantaranya Oka Antara, Naysila Mirdad, Jeremy Thomas, Teuku Rifnu Wikana, dan masih banyak lagi.
Bintang sinetron Naysila Mirdad masih menyandang status lajang di usianya yang kini 37 tahun.
Meski masih melajang, Naysilia diketahui menjalin asmara dengan seorang pria bernama Arfito Hutagalung.
Hubungan asmara mereka sudah terjalin cukup lama, namun ketika ditanya kapan menikah, Nay hanya minta didoakan agar segera naik pelaminan.
"Mohon doanya aja," kata Naysila Mirdad di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (1/7/2025).
Nay mengakui, selalu punya rencana untuk bisa mengakhiri status lajangnya.
"Doain aja rencana banyak ya tapi yang ngatur tuhan," ucap wanita berusia 37 tahun itu.
Anak dari Lydia Kandau dan Jamal Mirdad itu pun tak menampik sudah memiliki rancangan pernikahan impian.
Tapi, ia tak memberikan sinyal hal itu akan diwujudkan dalam waktu dekat.
"Persiapan pernikahan impian? Banyak doa aja," ungkapnya.
Adik Nana Mirdad itu pun tak menjawab mengenai hubungan asmaranya terkini dengan Arfito.
Ia hanya meminta doanya agar semua dilancarkan.
"Yang penting lancar aja doanya ya," tegasnya.
Naysila Mirdad berjanji jika memang Arfito Hutagalung jodohnya yang tepat dan akan mengajaknya menikah, ia akan mengumumkannya.
"Pokoknya kalau sudah ada tanggalnya pasti dikabarkan. Kalau tahun ini, mohon doanya aja ya," ujar Naysila Mirdad.
(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)