TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan sasis bus di Indonesia turun 19 persen di 2025 berdasar data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dibandingkan catatan penjualan di 2024.
Volume penjualan sasis bus di Indonesia di pasar domestik secara wholesales (penjualan dari pabrikan ke diler) di 2025 hanya mencapai 4.541 unit atau turun 1.100 unit dibanding 2024.
Sales & After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Susilo Darmawan mengakui memang terjadi penurunan penjualan cukup signifikan di tahun lalu.
"Mengenai bus, memang angkanya tepat sekali dan tdk dipungkiri haail penjualan turun dari tahun 2024, pertama karena adanya pembatasan larangan untuk mengadakan tour di suatu area."
"Sebetulnya permintaan penumpangnya juga turun, kalau itu turun maka return-nya (bagi pengusaha transportasi) tidak akan kembali," ujar Susilo di acara media gathering dan buka puasa bersama media di kantornya, Jumat, 27 Februari 2026.
Faktor kedua pemicu penurunan volume penjualan sasis bus di 2025 adalah situasi ekonomi yang belum stabil. "Ini tentunya membuat perusahaan finance berpikir untuk berhati-hati memberikan kredit ke konsumen karena itu risikonya besar," ungkap Susilo.
"Jadi kalau pendapatannya berkurang, kalau penumpang berkurang itu tidak bisa dihindarkan risikonya," imbuh Susilo.
Di market Indonesia, Hino saat ini memasarkan beberapa tipe sasis bus yang terdiri dari segmen bus besar 4x2 dan bus medium 4x2 dengan mesin depan dan mesin belakang serta microbus berstandar Euro 4.
Baca juga: Hino Operasikan Posko Lebaran 2026 dan Bengkel Siaga di 18 Jalur Mudik Jawa-Sumatera
Di lini bus besar adalah Hino RM280 ABS, Hino RK280 STD dan RK280 ABS yang keduanya bermesin belakang untuk sektor transportasi bus antarkota jarak jauh dan pariwisata, dan Hino A240 bermesin depan yang banyak dipakai di transportasi antarkota jarak pendek hingga jarak menengah yang banyak stop and go.
Di market bus Indonesia, tiga model sasis bus Hino ini bertarung keras dengan tiga varian sasis bus bermesin belakang dan bermesin belakang dari PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCV), yakni Mercedes-Benz OH 1626 L, OH 1626 S, dan OF 1635 RF ditopang mesin 6-silinder 6.374 cc berstandar Euro 4.
Kemudian di segmen bus medium, Hino memasarkan Hino GB 150 series untuk sektor pariwisata, transportasi kota dan angkutan karyawan dan Hino 136 MDBL STD.
Baca juga: Daimler-Toyota Tuntaskan Perjanjian Definitif Merger Mitsubishi Fuso dan Hino Motors
Sasis bus GB150 series memiliki empat varian yakni GB150, GB150 L, GB150 L AT dan GB150 AT. Di segmen microbus, Hino memasarkan model 115 SDB STD dan 115 SDBL STD. Seluruh sasis microbus tersebut juga berspesifikasi Euro 4.