SERAMBINEWS.COM – Yayasan Masyarakat Cemerlang Bersama (YMCB) Aceh bersama Program Studi Pendidikan Matematika (Prodi PMA), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry secara resmi menggelar program Pengabdian Kolaboratif bertajuk "Normalisasi Sarana-Prasarana dan Pembelajaran Sekolah Pascabanjir Aceh Tahun 2025".
Inisiatif ini difokuskan untuk menjaga asa lulusan sekolah menengah di wilayah terdampak banjir agar tetap memiliki daya saing tinggi untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Aksi ke-3 dari rangkaian gelombang kedua ini dilaksanakan secara serentak pada lima sekolah di dua kabupaten menjadi sasaran utama, yakni SMKN 1 Pante Bidari dan SMAN 1 Pante Bidari di Kabupaten Aceh Timur, serta MAN 3 Dewantara (Aceh Utara), SMAN 1 Jambo Aye, dan SMKN 1 Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara.
Program ini terwujud berkat sharing pembiayaan YMCB dan Prodi PMA yang juga didukung dengan suntikan dana kolaboratif dari Bank Aceh Syariah (BAS) dan PT. Ecotropica.
Ketua Prodi PMA, Nuralam sangat mengapresiasi kesediaan YMCB berkolaborasi untuk kegiatan pengabdian yang memperkuat peran pengabdian dosen secara kolektif kepada masyarakat sekaligus berterima kasih kepada para dosen atas kesediaan bersama-sama membiaya kegiatan dan ikut turun langsung ke lokasi bencana.
Ketua Pengurus YMCB Aceh, Lukman Ibrahim, yang juga dosen Prodi PMA dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Periode 2005-2009, menegaskan bahwa normalisasi lingkungan sekolah harus berjalan paralel dengan penguatan mental dan kesiapan akademis siswa.
Baca juga: Mudik Gratis Kemenhub RI Dibuka 1 Maret, Layani Rute Jakarta–Banda Aceh dan Banda Aceh–Jakarta
"Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pemulihan proses belajar mengajar pascabencana banjir. Fokus utama kami adalah memastikan keberlangsungan layanan pendidikan yang layak, sekaligus mengamankan tiket bagi para calon lulusan tingkat menengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ungkap Lukman.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan dikemas dalam bentuk bimbingan intensif dan strategis. Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pendekatan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang.
Untuk siswa SMA dan Madrasah Aliyah (MA), kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.00 WIB dengan fokus pada motivasi, bimbingan karir terkait pilihan program studi, serta pembedahan strategi jitu menjawab soal-soal SNBP dan SNBT.
Sementara itu, untuk jenjang SMK yang dimulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, materi bimbingan karir dan strategi seleksi PTN juga turut dilengkapi dengan persiapan training keterampilan berbasis kewirausahaan dan bursa kerja guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mandiri.
Kolaborasi strategis ini mendapat apresiasi penuh dari para mitra pendukung. Akmal, perwakilan pimpinan Bank Aceh Syariah, menyambut baik antusiasme di lima sekolah tersebut.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus YMCB atas loyalitasnya kepada Bank Aceh. Semoga YMCB semakin berjaya dan kerja sama ini dapat terjalin semakin baik dan berdampak lebih luas lagi ke depannya," ujar Akmal merespons kesuksesan implementasi program ini.
Merespons dukungan tersebut, Lukman Ibrahim optimistis bahwa sinergi ini akan menjadi blueprint pemulihan pendidikan daerah berbasis kolaborasi.
"Semoga terwujud berbagai peran yang sama-sama kita harapkan dengan dukungan nyata dari para stakeholder," tambahnya.
Ke depan, YMCB dan Prodi PMA telah menyiapkan peta jalan ekspansi melalui Aksi-4. Program lanjutan ini yang akan menyasar bimbingan tes masuk PTN secara daring (online), mentoring penyelesaian soal, hingga pelatihan keterampilan kerja (khususnya keterampilan bahasa asing) yang menjangkau seluruh SMA, SMK, dan MAN di wilayah terdampak banjir yang memiliki akses internet memadai.
Penulis: Raudhatul Khaira
Baca juga: FAKTA Raihan Bacok Fara Mahasiswi UIN Suska, Diduga Dijadikan Selingkuhan hingga Video Panas Bocor