- Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Atomic Energy Agency.
Mendesak Iran agar segera mengizinkan inspeksi di fasilitas nuklir Isfahan.
Desakan itu muncul setelah IAEA melaporkan bahwa sebagian besar uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.
Disimpan di kompleks terowongan bawah tanah di fasilitas Isfahan.
Dalam laporan yang diedarkan kepada negara-negara anggota pada Jumat (27/2/2026).
IAEA mengonfirmasi bahwa Iran telah memperkaya uranium hingga 60 persen.
Angka tersebut dinilai hanya selangkah lagi menuju tingkat kemurnian untuk senjata nuklir.
IAEA juga menyoroti keterbatasan akses ke lokasi Isfahan.
Fasilitas itu merupakan salah satu dari tiga situs yang sebelumnya diklaim Amerika Serikat telah dihancurkan dalam perang 12 hari tahun lalu.
Berdasarkan citra satelit, IAEA mengamati adanya aktivitas kendaraan rutin di sekitar pintu masuk kompleks terowongan Isfahan.
Di lokasi itu, uranium yang diperkaya hingga 20 persen dan 60 persen U-235 dilaporkan disimpan.
IAEA menegaskan pentingnya melakukan inspeksi tanpa penundaan lebih lanjut untuk memastikan transparansi program nuklir Iran.
Hingga laporan tersebut dirilis, belum ada tanggapan resmi dari Teheran.
Laporan ini terbit sehari setelah perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Oman di Jenewa berakhir tanpa terobosan.