3 Rekomendasi Buku Temani Ngabuburit Ramadan Dibagikan Pegiat Literasi di Kendari Sulawesi Tenggara
Amelda Devi Indriyani February 28, 2026 01:00 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dapat dimanfaatkan dengan kegiatan yang lebih produktif, salah satunya membaca buku.

Pegiat literasi di Kendari, Sutrisno, mengatakan kebiasaan membaca saat Ramadan 2026 bisa membantu menjaga fokus sekaligus menambah pengetahuan. 

Menurutnya, aktivitas sederhana tersebut mampu membuat waktu terasa lebih bermakna dibanding hanya menunggu tanpa kegiatan.

“Momentum menjelang berbuka itu sebenarnya waktu yang ideal untuk membaca. Durasi menunggunya tidak terlalu lama, tetapi cukup untuk menyerap satu atau dua bagian buku,” kata Sutrisno kepada Tribunnewssultra.com, Sabtu (28/2/2026).

Ia merekomendasikan tiga judul buku yang populer dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan. 

Ketiga buku tersebut yakni Filosofi Teras karya Henry Manampiring, Atomic Habits yang ditulis James Clear, dan Bicara Itu Ada Seninya oleh Oh Su Hyang.

Kata dia, Filosofi Teras tepat bagi pembaca yang ingin memahami cara mengelola emosi dan tetap tenang menghadapi tekanan. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Buku Best Seller di Gramedia Kendari Sulawesi Tenggara, Lengkap Harga dan Sinopsis

Buku tersebut mengangkat konsep stoikisme dengan bahasa yang ringan sehingga mudah diikuti.

Sementara itu, Atomic Habits dinilai cocok untuk pembaca yang ingin membangun kebiasaan positif secara bertahap. 

Buku ini memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Bicara Itu Ada Seninya direkomendasikan bagi mereka yang ingin meningkatkan keterampilan komunikasi. 

Karena buku ini membahas teknik berbicara efektif, mulai dari cara menyusun kalimat hingga membangun kepercayaan diri saat berinteraksi.

“Ketiga buku ini punya kelebihan masing-masing, tetapi sama-sama ringan dibaca. Jadi meski waktunya singkat, pembaca tetap bisa mendapatkan inti pesannya,” ujarnya.

Sutrisno berharap masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Kendari, mulai membiasakan diri membawa buku saat ngabuburit. 

Baca juga: Keterkaitan Kepunahan Bahasa dan Pembangunan di Baubau Diungkap Dalam Buku Esaiklopedia Lancau Wolio

Kebiasaan kecil tersebut dapat menumbuhkan budaya literasi secara perlahan.

“Dengan pilihan bacaan yang tepat, waktu menunggu berbuka tidak hanya berlalu begitu saja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan mengembangkan diri selama bulan Ramadan,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.