PT KTS Kembangkan Pupuk Organik dari Cangkang Sawit, Terbukti Perbaiki pH Tanah
IKL February 28, 2026 01:03 PM

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Barat, PT Karya Tanah Subur (KTS), mempelopori pemanfaatan limbah cangkang sawit menjadi pupuk organik berbasis biochar yang terbukti mampu memperbaiki kualitas dan pH tanah.

Inovasi ini dikembangkan melalui kolaborasi riset bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. 

Penelitian dilakukan di University Farm, Laboratorium Ilmu Tanah UTU pada medio April - November 2025.

Hasil penelitian menunjukkan biochar dari cangkang sawit lebih efektif memperbaiki pH tanah dibandingkan pupuk berbahan sekam padi, sabut kelapa, batok kelapa, maupun tongkol jagung dengan metode pengolahan yang sama. 

Uji manfaat dilakukan pada tanaman buncis sebelum nantinya diperkenalkan secara luas kepada masyarakat.

Secara ilmiah, cangkang sawit berperan sebagai amelioran, yakni bahan yang berfungsi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. 

KTS Kembangkan Pupuk Organik dari Cangkang Sawit, Terbukti Perbaiki pH Tanah

Penggunaan biochar ini membuat tanah lebih gembur, menurunkan tingkat keasaman, meningkatkan daya tahan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam menjaga kesuburan tanah.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pengelolaan limbah berkelanjutan dan penguatan sektor pertanian ramah lingkungan. 

Melalui riset tersebut, PT KTS berupaya menghadirkan alternatif pupuk organik yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, serta memiliki manfaat jangka panjang bagi kesuburan lahan pertanian.

Administratur PT KTS, Halik Barutu, Jumat (27/2/2026), mengatakan, inovasi ini menjadi langkah maju dalam pengelolaan limbah industri sawit.

“Pupuk organik dari limbah cangkang mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat. Namun secara keberlanjutan ini sangat baik dan telah teruji secara ilmiah. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara luas,” ujarnya.

Asisten CSR PT KTS, Ashar Khoirurrozi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan.

“Ini bukti nyata kami mengembangkan lini bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan perusahaan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan sosial di sekitar. Harapannya, inovasi ini bisa diterapkan secara masif di masyarakat,” jelasnya.

PT KTS Pelopori Pemanfaatan Limbah Cangkang Sawit Jadi Pupuk Organik

Penelitian ini turut melibatkan akademisi Universitas Teuku Umar. 

Peneliti Nurliani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara dunia usaha dan akademisi dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah sawit.

“Kami berterima kasih kepada manajemen PT KTS yang mendukung riset ini. Kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan pupuk organik dari cangkang sawit karena berperan sebagai penyeimbang pH tanah, menjaga kesehatan tanaman, serta mempertahankan kesuburan tanah,” ungkapnya.

Pemanfaatan limbah cangkang sawit menjadi pupuk organik dinilai tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi petani, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari industri kelapa sawit.

Melalui program ini, PT KTS menegaskan komitmennya dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)

Baca juga: Ketua MPU Aceh Barat: Puasa dan Al-Quran Bawa Kebahagiaan Dunia Akhirat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.