Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa kue kudapan kering untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menuai kekecewaan.
Pasalnya, satu menu yang dibagikan kepada siswa ditemukan dalam kondisi berjamur dan sudah basi. Peristiwa tersebut terjadi di satu TK swasta di Kecamatan Parigi.
Berdasarkan video viral berdurasi 13 detik yang beredar, terlihat kue putu ayu yang menjadi bagian dari menu MBG itu sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi karena berjamur.
Seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas adanya menu tidak layak dari program MBG tersebut.
Baca juga: Menu Hanya Pisang, Abon, dan Susu Kemasan, Orang Tua Keluhkan Program MBG di Tasikmalaya
Ia menilai makanan yang diberikan kepada anak-anak tidak memenuhi standar kelayakan.
"Ieu mah teu kira-kira (tidak kira-kira), masa untuk anak kecil dikasih kue yang sudah berjamur dan basi," ujarnya dengan nada kecewa di Parigi, Sabtu (28/2/2026) pagi.
Menurutnya, menu MBG yang dibagikan untuk jatah dua hari terdiri atas kue putu ayu, roti pizza, dua kotak susu kemasan full cream, serta pisang mentah.
Ia menyayangkan kualitas makanan yang diterima siswa."Catatannya lagi, untuk dua hari dikasih kue basi dan pisang mentah. Sudah tidak rasional menunya," katanya.
Ia pun menyebut, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kata dia, persoalan ditemukan pada kualitas buah yang dibagikan.
Kondisi kue yang berjamur diketahui sesaat setelah makanan diterima. Informasi serupa juga disampaikan oleh orang tua lainnya melalui grup WhatsApp sekolah.
"Kirain cuma saya saja, pas cek grup WA ternyata semua juga sama. Sangat menyayangkan, dan kami harap pindah dapur saja. Sudah ada yang melaporkan," ucapnya.
Diketahui, MBG tersebut dipasok dari dapur SPPG yang berada di wilayah Desa Parigi, Kecamatan Parigi.
Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Pangandaran, Virgin Kristina, membenarkan adanya kejadian tersebut di dapur MBG wilayah Parigi.
Virgin mengaku, pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan koordinasi dengan penyedia dapur."Sudah dikonfirmasi terkait hal tersebut, laporan kami terima," kata Virgin melalui pesan singkat.
Pihak sekolah penerima manfaat pun sudah diminta untuk tidak mengonsumsi makanan yang dinilai tidak layak. SPPG, nanti akan mengganti makanan tersebut.
"Sudah dikomunikasikan dengan pihak sekolah juga, bahwa makanan yang tidak layak agar tidak dimakan dan SPPG akan menggantinya," ujarnya.
Namun menanggapi fungsi pengawasan dan peran ahli gizi dalam proses penyajian makanan, pihak penyedia atau SPPG belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Pangandaran, Solih, mengaku baru menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Ia pun akan segera menyampaikan data dan fakta di lapangan kepada pimpinan."Tentu laporannya saya terima dan akan disampaikan," kata Solih.
Solih berencana melakukan pengecekan ke satuan pendidikan terkait guna melakukan konfirmasi lebih lanjut."Kami juga berterima kasih kepada warga sebagai pengawas langsung di lapangan," ujarnya.
Untuk diketahui, Kecamatan Parigi di Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran sentral sebagai ibu kota atau pusat administrasi pemerintahan Kabupaten Pangandaran.
Di Parigi banyak berdirinya gedung-gedung pemerintahan utama, termasuk kantor bupati, DPRD, dan berbagai dinas penting lainnya, khususnya di wilayah Desa Cintaratu.
Batas geografisnya berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Parigi juga dikenal sebagai pintu gerbang menuju berbagai destinasi wisata populer di Pangandaran, seperti Pantai Batu Hiu, Citumang (body rafting), Jojogan, dan Santirah.
Potensi: Selain pemerintahan, wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.(*)