Diduga Ada Tawuran, Polisi Cek Lapangan Ternyata Pemuda Pringsewu Lomba Lari
Reny Fitriani February 28, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Laporan warga tentang dugaan aksi tawuran yang melibatkan ratusan pemuda di wilayah Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, sempat memicu respons cepat aparat kepolisian. 

Namun setelah dilakukan pengecekan di lokasi, aktivitas tersebut ternyata bukan tawuran.

Peristiwa itu bermula saat layanan call center 110 Polres Pringsewu menerima laporan dari warga pada Jumat (27/2/2026) pukul 23.30 WIB. 

Pelapor menyampaikan keresahan karena melihat ratusan pemuda berkumpul di jalan penghubung antara Pekon Tulung Agung dan Pekon Tegalsari, yang diduga akan melakukan aksi tawuran.

Menanggapi laporan tersebut, tim PAMAPTA 1 yang dipimpin Ipda Dony Akhmad Priadi bersama personel piket fungsi Samapta, Reskrim, dan Propam langsung bergerak menuju lokasi guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga Polsek Pringsewu Kota Ringkus Pelaku Pemerasan Berkedok Video Asusila

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju TKP untuk memastikan situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ipda Dony dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra, Sabtu (28/2/2026).

Namun setibanya di lokasi, petugas mendapati situasi telah kondusif. 

Kelompok pemuda yang sebelumnya dilaporkan berkumpul telah lebih dahulu dibubarkan oleh petugas Bhabinkamtibmas dan warga yang tiba lebih awal.

Setelah dilakukan penelusuran, polisi memastikan bahwa kegiatan tersebut bukan aksi tawuran, melainkan lomba lari yang diikuti oleh sejumlah pemuda dari beberapa wilayah sekitar.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para pemuda, agar dalam melaksanakan kegiatan positif tetap memperhatikan waktu dan lokasi.

“Kami mendukung kegiatan positif generasi muda. Namun, hendaknya dilakukan dengan koordinasi dan mempertimbangkan situasi lingkungan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” tegasnya.

Polisi juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan 110, sehingga setiap situasi dapat segera direspons dan dipastikan keamanannya. 

Ia juga berpesan agar memanfaatkan layanan 110 secara bijak dan bukan untuk main-main, karena data dan lokasi penelpon otomatis terekam oleh aplikasi. 

Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.