Identitas WNA Ukraina Diduga Pemilik Potongan Tubuh Manusia di Ketewel Bali, Korban Penculikan
Weni Wahyuny February 28, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Identitas jasad dari potongan tubuh manusia diduga korban mutilasi yang ditemukan di muara Sungai Wos kawasan Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali mulai menunjukan titik terang.

Potongan tersebut berupa kepala dada, bahu, lengan dan paha yang mengapung serta organ dalam yang terdiri dari tulang rusuk, usus, dan hati yang terserak di pinggir pantai. 

Identitas korban dugaan mutilasi masih didalami oleh Polda Bali. 

Namun berdasarkan informasi yang beredar, di bagian kulit yang masih tersisa, polisi menemukan petunjuk untuk mengidentifikasi identitas korban, yakni dua tato Bunda Maria dan tato lingkaran menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu lengan. 

"Dari penyisiran di TKP, ditemukan potongan dada, bahu kanan, dan kiri bagian depan sampai lengan. Adanya tato dengan gambar Bunda Maria, serta tato bergambar lingkaran yang menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu bagian lengan korban,” jelas Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy kepada Tribun Bali.

Baca juga: Sejumlah Potongan Tubuh Ditemukan di Pantai Ketewel Bali, Polisi Duga WNA Ukraina yang Diculik

POTONGAN TUBUH DITEMUKAN - Petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara dalam peristiwa penemuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos kawasan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (26/2/2026).
POTONGAN TUBUH DITEMUKAN - Petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara dalam peristiwa penemuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos kawasan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (26/2/2026). (Humas Polres Gianyar)

Ariasandy mengungkap salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah pencocokan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina, yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas. 
 
Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA tersebut, masuk dalam daftar prioritas pencocokan. 

Akan tetapi juga dicocokkan dengan korban-korban yang dinyatakan hilang. 

"Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak," jelas Kabid Humas dijumpai di ruang kerjanya, pada Jumat 27 Februari 2026.

"Kami cocokkan dengan sampel korban korban yang dinyatakan hilang, untuk menentukan korban berasal dari mana, kami cocokkan dengan penemuan itu," sambungnya. 

Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. 

Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation. 

Menurut Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. 

Ia menyatakan, bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Kasus Penculikan WNA Ukraina

Sebelumnya, peristiwa WNA asal Ukraina bernama Igor Komarov alias IK (28) yang mengaku sedang diculik sempat ramai di media sosial. 

Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan.

Ia memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp 157 miliar.

Kombes Pol Ariasandy menjelaskan laporan awal diterima Polsek Kuta Selatan pada Minggu (15/2) malam. 

"Laporan tersebut dibuat oleh salah satu rekan korban yang berada di lokasi saat dugaan peristiwa penyerangan dan penculikan terjadi,” kata Kombes Pol Sandy, Selasa (24/2) kemarin.  

Baca juga: Motif Rokib Pembunuh dan Mutilasi Mayat Pria Dalam Koper di Brebes, Emosi Ditampar saat Ditagih

Diperkirakan Meninggal Tiga Hari Lalu 

Potongan tubuh manusia ditemukan di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (26/2). 

Diduga mayat tersebut merupakan korban mutilasi. Potongan tersebut berupa kepala dada, bahu, lengan dan paha. 

Setelah ditemukan potongan mayat tersebut dibawa ke Forensik RSUP Prof Ngoerah. 

dr. Nola Margaret Gunawan, dokter forensik di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah membeberkan potongan tubuh tersebut ia terima Kamis (26/2) sekitar pukul 16.00 Wita. 

"Yang mengantar dari Polsek Sukawati sudah dalam membusuk lanjut, baru sampai di situ saja pemeriksaan yang kami lakukan jadi masih berkoordinasi lebih detail dengan Polsek Sukawati,” jelas dr. Nola pada, Jumat (27/2). 

dr. Nola mengaku belum melakukan pemeriksaan secara detail sebab jenazah datangnya di sore hari. Namun kematian korban diperkirakan sudah lebih dari tiga hari. 

"Karena sudah membusuk lanjut diperkirakan sudah lebih dari tiga hari (waktu kematian),” imbuhnya. 

Untuk tindakan autopsi pihaknya masih menanti permintaan dari Polsek Sukawati atau Polres Gianyar. 
Hingga saat ini, dr. Nola terus berkoordinasi dengan penyidik. 

Ketika ditanya apakah potongan badan korban termasuk potongan profesional? dr. Nola menjawab sulit ditentukan kalau dari sekilas karena jenazah sudah dalam kondisi membusuk lanjut. 

“Nanti ketika pada akhirnya diatuopsi kita berharap ada temuan yang bisa mengarahkan apakah ini potongan rapi atau tidak, itu bisa terjawab. Kalau identifikasi khusus memang ada, tetapi kami tidak coba bongkar lebih detail karena ini terkait dengan penyidikan,” terangnya. 

Untuk penentuan apakah korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) atau Warga Negara Indonesia (WNI) juga sulit terjawab. 

Sebab kata dia, secara visual tak dapat ditentukan dalam kondisi potongan badan korban sudah membusuk. 
Menurutnya, untuk mengetahui kewarganegaraanya harus dilakukan DNA namun DNA juga tidak bisa menunjukan korban warga negara apa namun dapat menunjukan korban ini siapa. 

Baca juga: Sosok Ahmad Muzakhim Suami Anggota DPRD Jateng Nyaris Ditembak OTK, Sedang Kawal Kasus Penculikan

Terkait spekulasi adanya hubungan antara kasus penculikan ini dengan temuan potongan tubuh manusia beberapa waktu lalu, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final. 

Saat ini, tim Bidokkes Polda Bali tengah melakukan identifikasi dan mencocokkan DNA potongan tubuh tersebut dengan DNA orang tua korban penculikan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara kedua kasus yang berbeda tersebut.

Awal Mula Penemuan Mayat Mutilasi

Penemuan sejumlah potongan mayat manusia itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas jogging di kawasan tersebut sekitar pukul 10.00 Wita. 

Jasad ditemukan di muara Sungai Wos kawasan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (26/2/2026). 

Awalnya warga setempat menemukan potongan kepala yang sudah dalam kondisi membusuk di lokasi. 

Sementara di sekitar lokasi juga terlihat sejumlah pekerja proyek sedang bekerja. 

“Baunya amis,” ujar seorang warga sembari menutup mulutnya dengan kerah baju kaosnya berwarna hitam.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sukawati. 

Petugas yang menerima laporan bersama tim Inafis Polres Gianyar langsung datang ke lokasi. 

Selanjutnya, petugas melakulan penyisiran untuk mencari potongan tubuh lainnya di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). 

Terlihat seekor anjing hitam yang baru datang di lokasi langsung mengendus-endus bau amis.

Anjing tersebut kemudian menemukan sumber bau amis dari plastik bening warna putih dan menjilatinya. Beberapa menit sebelumnya, polisi baru selesai melakukan olah TKP.

Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, ia menjelaskan potongan kepala tersebut ditemukan Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 Wita. 

“Pagi itu ada warga yang tengah beraktivitas di jogging track areal Pantai Ketewel dan menemukan potongan kepala manusia, dengan adanya temuan tersebut warga pantas melaporkan ke Polsek Sukawati,” ujar Ipda Suardita.

Penyelidikan besar-besaran dilakukan jajaran Polda Bali dan Polres Gianyar setelah mendapat laporan penemuan potongan tubuh manusia ini. Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 10.00 WITA.

Saat itu Perbekel Ketewel, Putu Gede Kusuma Negara bersama Kepala Dusun Pabean, Made Pranca, melakukan pengecekan rutin kondisi jogging track dan area pantai di sepanjang Pura Dalem Ketewel.

Satu jam setelah penemuan kepala, tepatnya pukul 11.00 WITA, petugas kembali menemukan potongan telapak kaki kanan yang terbawa arus laut di lokasi yang sama.

Pencarian yang dilakukan secara intensif juga membuahkan temuan bagian tubuh lainnya, termasuk potongan paha yang mengapung serta organ dalam yang terdiri dari tulang rusuk, usus, dan hati yang terserak di pinggir pantai. 

Penyisiran yang dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman didampingi Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma dan tim Inafis ini kemudian membuahkan hasil yang lebih spesifik mengenai ciri-ciri fisik korban.

Petugas menemukan bagian dada, bahu kanan, serta bahu kiri bagian depan hingga lengan.

Ceceran potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban mutilasi. Identitas korban dugaan mutilasi masih didalami oleh Polda Bali.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.