Didukung Pemerintah Pusat, Bupati Majalengka Optimistis Genteng Jatiwangi Bakal Kembali Naik Kelas
Kemal Setia Permana February 28, 2026 03:11 PM

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNJABAR,ID, MAJALENGKA - Dorongan pemerintah pusat terhadap program gentengisasi nasional menjadi angin segar bagi pengrajin genteng di Jatiwangi, Majalengka.

Masa kejayaan genteng Jatiwangi yang dulu pernah terjadi, diyakini bakal kembali memuncak dengan adanya program tersebut. 

Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait Maruarar Sirait, menyusul komitmen pemerintah mendorong peningkatan kualitas hunian rakyat sekaligus mengangkat UMKM genteng lokal agar naik kelas.

Apresiasi itu disampaikan Eman usai mengikuti rapat bersama yang digelar di BRILian Club, Jakarta Selatan. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kualitas hunian rakyat ditingkatkan, sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM material bangunan.

Baca juga: Sambut Program Prabowo, DKUPP Purwakarta Hidupkan Perajin Genting Tanah Liat yang Mati Suri

“Saya selaku Bupati merasa bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden serta Menteri PKP yang telah memberi perhatian besar kepada UMKM genteng Majalengka. Ini menjadi peluang besar bagi pengrajin genteng Jatiwangi untuk naik kelas,” kata Eman kepada Tribun, Jumat (27/2/2026) malam.

Menurut Eman, dalam pertemuan tersebut Menteri PKP juga menggandeng Bank Rakyat Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ekosistem UMKM genteng. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci agar industri genteng rakyat mampu memenuhi kebutuhan program perumahan skala nasional.

Eman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen penuh menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. Salah satu kewajiban yang ditekankan adalah menjaga standar produksi genteng agar selaras dengan kebutuhan pengembang perumahan.

“Kami diminta menjaga komitmen bersama, terutama dalam hal kualitas, kuantitas, dan estetika. Ini penting agar antara pemohon atau pengembang dengan produsen genteng di lapangan sama-sama memenuhi kewajiban masing-masing,” katanya.

Ia menilai, kesepahaman antara pengrajin dan pengguna genteng menjadi fondasi keberlanjutan program gentengisasi. Dengan standar yang terjaga, produk genteng Majalengka tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga memiliki daya saing jangka panjang.

Baca juga: Persis Ramadhan Expo 2026 di TSM Bandung, Sinergi Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Umat

Eman berharap, melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, perbankan, serta pengusaha genteng dan pengembang perumahan, genteng produksi Majalengka khususnya dari Jatiwangi,dapat menjadi produk unggulan nasional.

“Mudah-mudahan genteng Majalengka bisa menasional ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program gentengisasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, memiliki perhatian besar agar rumah rakyat lebih layak huni dan tidak panas.

“Hari ini kita bicara soal gentengisasi. Sesuai arahan Presiden Prabowo, karena beliau punya perhatian agar rumah rakyat tidak panas,” ujar Maruarar Sirait.

Rapat tersebut dihadiri Menteri PKP beserta jajaran direktur jenderal, Direktur Utama BRI, Tapera, Bupati Majalengka, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, pengusaha genteng Jatiwangi, serta para pengembang perumahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.