TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) terus memacu akselerasi kualitas akademik dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Prosesi penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Pascasarjana USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH bersama Kepala Divisi Riset Yayasan Meira Visi Persada Dr Fibry Jati Nugroho STh MSi, bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik serta mendorong kolaborasi kelembagaan dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Target Akreditas dan Kualitas Jurnal
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Junaidi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas tantangan rendahnya budaya menulis di Indonesia yang masih didominasi oleh budaya lisan.
Ia berharap kemitraan ini berdampak langsung pada performa jurnal-jurnal di lingkungan USM.
Dr Junaidi mengatakan, "Kegiatan kerjasama ini meningkatkan kualitas serta memperingkatkan akreditasi jurnal-jurnal di lingkungan Pascasarjana USM".
Bedah Metodologi dan Kebauran (Novelty) Riset
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan intensif yang menghadirkan Dr Fibry Jati Nugroho sebagai narasumber utama.
Fokus utama pelatihan ini adalah bagaimana peneliti dapat menemukan kebaruan (novelty) dan urgensi dalam topik riset mereka.
Peserta diajak untuk mengeksplorasi tantangan global, seperti kendaraan listrik dan keberlanjutan ekonomi, dengan menggunakan sudut pandang kearifan lokal (local wisdom).
Dr Fibry juga memberikan tips bagi para peneliti untuk mengatasi kendala penulisan dalam bahasa Inggris serta pentingnya mengikuti pedoman jurnal yang dituju.
Menuju Konferesni Internasional ICLE 2026
Pelatihan ini juga menjadi jembatan bagi para akademisi USM untuk berpartisipasi dalam ICLSE 2026 yang akan digelar pada 25 April mendatang.
Penyelenggara memberikan insentif berupa voucher diskon pendaftaran bagi peserta yang berkomitmen mengirimkan karya mereka.
Sebagai tindak lanjut, para peserta didorong untuk segera mengirimkan abstrak penelitian paling lambat pada 14 Maret dan makalah lengkap pada 15 April.
Selain itu, sesi pendalaman kedua direncanakan akan kembali digelar secara daring pada Kamis, 15 Oktober pukul 16.00 WIB, untuk memastikan naskah para peserta siap menembus prosiding dan jurnal bereputasi.
Melalui inisiatif ini, Pascasarjana USM membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang sehat, kompetitif, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (***)