TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pergerakan politik mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, tengah menjadi bahan perbincangan hangat. Setelah tak lagi menjabat di pemerintahan dan melalui proses politik yang cukup panjang, ia memutuskan berlabuh dari PDI Perjuangan ke PSI usai meminta restu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo beberapa waktu lalu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Sirojudin, mengungkapkan bahwa tanda-tanda perubahan arah politik Nina sebenarnya sudah tercium sejak ia kalah dalam Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, meski tidak disampaikan secara terbuka, ada pesan yang memberi gambaran bahwa Nina tengah mempertimbangkan pilihan politik di luar PDI Perjuangan.
"Sinyal akan pindah pernah disampaikan setelah kalah di pilkada kemarin, tetapi tidak gamblang akan bergabung ke partai politik mana," kata Sirojudin kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (28/2/2026).
Ia mengakui sempat merasa kaget ketika kabar kepindahan Nina ke PSI mencuat ke publik, terlebih keputusan tersebut disebut diambil setelah meminta restu Jokowi.
Hingga saat ini, menurutnya, belum ada komunikasi langsung antara Nina dengan jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu terkait langkah politik tersebut.
Meski demikian, ia menilai dinamika semacam ini bukan hal yang asing dalam dunia politik. Perpindahan kader dari satu partai ke partai lain dipandang sebagai bagian dari proses dan dinamika yang kerap terjadi, walaupun pada awalnya tetap menghadirkan rasa terkejut.
Sirojudin pun menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa cemas kehilangan basis pendukung akibat keputusan Nina Agustina untuk bergabung dengan PSI setelah meminta restu dari Jokowi. Ia menilai struktur internal partai di Indramayu sudah terbentuk dengan kokoh.
"PDI Perjuangan Indramayu memiliki struktur kepengurusan yang kuat, bahkan sampai ke tingkat akar rumput, sehingga kami tidak khawatir kehilangan basis massa," ujar Sirojudin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diyakini tidak akan berdampak pada soliditas jajaran pengurus PDI Perjuangan di Kabupaten Indramayu yang jumlahnya mencapai sekitar 6 ribuan orang. Ia percaya barisan kader tetap setia dan kompak dalam satu garis perjuangan.
Sirojudin memastikan, ribuan kader itu tetap berada dalam satu komando dan tidak akan terpengaruh oleh perubahan pilihan politik individu. Baginya, fondasi organisasi yang mengakar menjadi kekuatan utama partai di daerah.
"Struktur organisasi PDI Perjuangan sangat kuat sampai tingkat akar rumput, sehingga hal-hal seperti itu tidak akan memengaruhi para kader untuk tetap berjuang demi rakyat," kata Sirojudin.