China dan AS Kompak Suruh Warganya Tinggalkan Iran, Khawatir Perang di Timur Tengah Pecah!
Megan FebryWibowo February 28, 2026 01:42 PM

- Amerika Serikat telah mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat (27/2/2026).

Ia menetapkan Iran sebagai negara pendukung penahanan tidak sah.

Pasalnya, Teheran disebut-sebut menahan warga negara asing untuk mendapat keuntungan politik.

Robio memperingatkan bahwa tindakan lebih lanjut dapat menyusul.

Termasuk potensi pembatasan penggunaan paspor AS untuk perjalanan ke atau melalui Iran.

"Tidak seorang pun warga Amerika boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan kepada warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu," kata Rubio, dikutip dari Russia Today, Sabtu (28/2/2026).

Pejabat AS menggambarkan langkah tersebut sebagai respons terhadap keluhan lama yang bermula dari krisis sandera tahun 1979.

Namun, sejumlah kritikus berpandangan ada kaitannya dengan ketegangan bersama Iran terkait perundingan nuklir.

Pada hari yang sama, China juga meminta warganya untuk meninggalkan Iran sesegera mungkin.

Alasannya jelas karena meningkatnya risiko keamanan di Timur Tengah.

"Warga negara Tiongkok yang saat ini berada di Iran disarankan untuk memperketat langkah-langkah keamanan dan segera mengungsi," kata kementerian luar negeri, dikutip dari Al Arabiya pada Sabtu (28/2/2026).

Kementerian Luar Negeri Italia juga menyerukan hal serupa.

Sementara Yunani dan Polandia meminta warganya di Iran, Lebanon, dan Israel untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ketegangan ini terjadi saat armada tempur AS dikerahkan secara besar-besaran ke Timur Tengah.

Mulai dari kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal induk USS Gerald R. Ford hingga pesawat tempur.

AS mengisyaratkan serangan ke Iran jika perundingan nuklir gagal.

https://video.tribunnews.com/news/915800/china-hingga-as-minta-warganya-segera-tinggalkan-iran-khawatir-jika-perang-besar-pecah

#Warga #Iran #China #AS #Timur Tengah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.