PROHABA.CO - Tidak terasa umat Islam di Indonesia telah memasuki malam ke-11 pelaksanaan ibadah shalat tarawih.
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap malam selama bulan Ramadhan dan memiliki banyak keutamaan.
Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam bulan suci, sekaligus menjadi sarana memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam literatur Islam, salah satunya Kitab Durratun Nashihin, dijelaskan secara lengkap mengenai keutamaan shalat Tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan.
Lalu, apa keutamaan shalat tarawih pada malam ke-11 Ramadhan?
Pada Sabtu, (28/2/2026) malam ini, umat Islam di Indonesia telah memasuki hari ke-11 Ramadhan 1447 H.
Dengan demikian, Shalat Tarawih yang dikerjakan pada malam ini merupakan Shalat Tarawih malam ke-11 dalam bulan suci Ramadhan.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-10 Ramadhan, Allah Akan Memberikan Kebaikan Dunia dan Akhirat
Dalam kitab Durratun Nashihin, dijelaskan bahwa keutamaan shalat Tarawih pada malam ke-11 adalah mendapatkan pengampunan dosa sehingga seorang hamba akan meninggal dunia dalam keadaan suci, layaknya bayi yang baru lahir.
Artinya: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
Maksud dari keutamaan malam kesebelas ini adalah bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-11, sehingga ia kembali dalam keadaan suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadhan.
Makna ini menggambarkan kondisi suci dari dosa, sebagaimana bayi yang baru lahir.
Hal ini dipahami sebagai bentuk pengampunan dan penyucian diri bagi orang yang melaksanakan shalat Tarawih dengan penuh keikhlasan.
Keutamaan ini mendorong umat Islam untuk menunaikan ibadah dengan niat yang tulus dan konsisten.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-9 Ramadhan, Pahala Seperti Ibadah Para Nabi
Selain malam ke-11, kitab Durratun Nashihin juga mencatat keutamaan malam-malam lainnya:
Malam 1: Dosa orang mukmin yang shalat Tarawih keluar seperti saat dilahirkan dari perut ibunya.
Malam 2: Orang yang shalat Tarawih diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
Malam 3: Malaikat berseru agar memulai amal kebaikan, sehingga Allah mengampuni dosa yang telah lalu.
Malam 4: Mendapat pahala seperti membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.
Malam 5: Pahala seperti shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
Malam 6: Pahala seperti malaikat yang tawaf di Baitul Makmur, dan bumi serta batu memintakan ampunan.
Malam 7: Seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.
Malam 8: Anugerah seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim AS.
Malam 9: Beribadah seperti ibadah para nabi.
Malam 10: Mendapat kebaikan lebih baik di dunia maupun akhirat.
Malam 11: Meninggal dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir.
Penjelasan dalam Durratun Nashihin sering dibacakan dalam ceramah atau pengajian Ramadhan sebagai dorongan moral agar umat Islam lebih semangat menjalankan ibadah.
Malam ke-11 menjadi pengingat untuk tetap konsisten menunaikan shalat Tarawih, menjaga niat, dan memperbanyak amal kebaikan.
Bulan Ramadan sendiri merupakan momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Dengan memahami keutamaan setiap malam, khususnya malam ke-11, umat Islam diharapkan tidak hanya menjalankan ibadah secara rutin, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan kesadaran akan penyucian diri dari dosa.
Shalat Tarawih menjadi sarana penting untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah selama bulan suci ini.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-8 Ramadhan, Allah Berikan Pahala Seperti Anugerah Nabi Ibrahim
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam Ke-7 Ramadhan, Seakan Menolong Nabi Musa dari Serangan Firaun
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan, Mendapat Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur