Gerakan Pangan Murah, Hanya untuk konsumsi Jangan Dijual Kembali
Aisyah Sumardi February 28, 2026 01:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Pemerintah Kabupaten Toba,Sumut  melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di Desa Pasar Lumbanjulu , Kecamatan Lumbanjulu pada Jumat  (27/2/2026). Sebelumnya, Kamis (26/2/2026) hal yang sama telah dilakukan di Balige.

Dalam Gerakan Pangan Murah itu, hadir Dina Sitorus,Analis Ketahanan Muda sekaligus Ketua Kelompok Kerja Neraca Pangan-  Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Gerakan Pangan Murah, Hanya untuk konsumsi J
Gerakan Pangan Murah, Hanya untuk konsumsi Jangan Dijual Kembali

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus  dalam bimbingan dan arahannya dalam kegiatan menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah tersebut bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan harga menjelang hari besar keagamaan seperti saat ini bulan Puasa dan menjelang  Hari Raya Idul Fitri.

"Gerakan Pangan Murah  dengan menjual harga  sejumlah komoditi di bawah harga pasar karena dibantu pemerintah terutama diperuntukan untuk  warga yang kena pengaruh menjelang Hari Raya nanti,"katanya sembari menambahkan bahwa macam-macam  bahan pangan yang dijual adalah untuk konsumsi dengan kualitas bagus.

 

"Ini kita beli untuk kita konsumsi, bukan untuk dijual kembali. Mari kita ajak warga yang paling membutuhkan.Karena itu masing-masing warga ada batasan pembelian," sambung Wabup Toba.

Pada bagian akhir arahannya Wabup Toba mengatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini walaupun terbatas minimal ada rasa suka cita  bagi penerima manfaat.

 

Sebelumnya Dina Sitorus dari Bapanas menyampaikan kedatangan  pihaknya ke Kabupaten Toba dalam rangka satuan tugas pangan.

"Kami tadi telah melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Balige. Umumnya harga stabil tapi ada beberapa harga yang perlu diintervensi yaitu ayam ras Rp 45 ribu/kg untuk  ayam ras  sementara HAP (harga acuan penjualan ) Rp 38  ribu," katanya.

 

Komoditi lainnya Gula pasir hasil temuan di kisaran  harga Rp 18  ribu -Rp 19  ribu sementara HAP di harga Rp. 17 500.

Gerakan Pangan Murah ini, lanjutnya merupakan  salah satu cara menstabilkan harga melalui  pemerintah daerah dengan masing- masing dinas ketahanan pangan daerah.

 

"Terima kasih Bank Indonesia yang menfasilitasi biaya distribusinya. Harapannya kegiatan seperti  berjalan di semua kecamatan di Toba supaya menstabilkan harga dengan  membuat harga  sejumlah komoditas di bawah haga pasar sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri bisa stabil sesuai regulasi dan tidak merugikan masyarakat," katanya.

 

Beberapa jenis sembako yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah tersebut adalah beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 58.000, gula pasir dengan harga Rp 15.000/Kg, minyak goreng dengan harga Rp 13.000/liter, telur dengan harga Rp 48.000/papan, cabai merah dengan harga Rp 30.000/Kg, bawang merah dengan harga Rp 25.000/Kg, bawang putih dengan harga Rp 30.000/Kg dan tomat dengan harga Rp 12.000/Kg.

 

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati didampingi Camat Lumbanjulu,Herta Simanjuntak memberikan sembako secara simbolis kepada sejumlah perwakilan tokoh warga yang hadir.

 

Turut hadir Asisten Pemerintahan Eston Sihotang,Kasat Reskrim Polres AKP Erikson David Hutauruk , sejumlah pimpinan/mewakili OPD terkait diantaranya Kadis Pertanian Lena Pardede, Sekdis Perindagkop Aprillia Nessy Tampubolon,Kabag Perekonomian Setdakab Samuel Lumbanraja , Kabid Ketersediaan Dinas Ketapang Priska Baringbing, dan tokoh masyarakat setempat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.