TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Salat malam di bulan Ramadan menjadi momen istimewa yang dinantikan umat Islam.
Selain menjalankan salat Tarawih dan Witir, banyak muslim memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak doa, istighfar, serta munajat kepada Allah SWT.
Setelah menunaikan salat Witir, umat Islam dianjurkan membaca dzikir dan doa sebagai penyempurna ibadah malam.
Doa-doa ini berisi permohonan ampunan, keselamatan, serta harapan kebaikan di dunia dan akhirat.
Baca juga: Mengenal Lampor, Mahluk Halus Legenda Jawa yang Disebut Culik Pria Purbalingga hingga ke Wonosobo
Berikut sejumlah doa setelah salat malam Ramadan yang kerap diamalkan:
Doa yang sangat populer ini bersumber dari Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 201.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan Latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa 'adzaaban naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.
Lindungilah kami dari siksa neraka"
Doa ini dikenal sebagai Doa Sapu Jagat karena mencakup permohonan kebaikan secara menyeluruh, baik urusan dunia maupun akhirat. Tak heran jika doa ini sering menjadi penutup rangkaian ibadah malam Ramadan.
Taubat menjadi inti ibadah di bulan suci. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari serta Imam Muslim, terdapat doa khusus untuk memohon ampun atas segala kesalahan.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allahummaghfirli khathi'ati wajahli, wa israfi fi amri, wa ma anta a'lamu bihi minni.
Allahummaghfir li jiddi wa hazli, wa khatha'i wa 'amdi. Wa kullu dzalika 'indi.
Allahummaghfirli ma qadamtu wama akhkhartu, wama asrartu, wama a'lantu, wama anta a'lamu bihi minni antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru, wa anta 'alakulli syai'in qadirun.
Artinya: Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatanbatasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku.
Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku.
Apa pun itu semua berasal dariku.
Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku.
Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa ata segala sesuatu. (HR Bukhari dan Muslim).
Doa ini mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba yang mengakui keterbatasan dan kesalahannya di hadapan Allah SWT.
Selain memohon ampun untuk diri sendiri, umat Islam dianjurkan mendoakan kedua orang tua dan seluruh kaum beriman, baik yang masih hidup maupun telah wafat. Doa ini disebutkan dalam karya Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
Arab Latin: Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiran, waghfir lil mu'miniina wal mu'minaati, wal muslimiina wal muslimaat al-ahyaa'I minhum wal amwaati.
Artinya: Tuhanku, ampunilah dan kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasuhku ketika kecil. Ampunilah orang beriman dan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat.
Doa ini memperluas cakupan kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan seluruh umat Islam.
Menghidupkan malam Ramadan dengan doa dan istighfar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Konsistensi dalam berdoa setelah salat malam diyakini menghadirkan ketenangan batin sekaligus membuka pintu keberkahan dan ridha-Nya.