Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mendapat atensi serius dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pasalnya, proyek pengaspalan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) 2025 senilai Rp2 miliar itu sudah mengalami kerusakan meski baru sekitar satu bulan rampung dikerjakan.
Mendapatkan laporan itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Djoko Lukito, tim Inspektorat langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, kemarin (27/2/2025).
Di lokasi, Nurul tampak terkejut melihat kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Padahal, proyek pengaspalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar empat meter itu baru saja rampung sekitar satu bulan lalu.
Baca juga: Baru Sebulan Diaspal, Jalan di Desa Ngampal Bojonegoro Sudah Rusak Parah, Inspektorat Minta Bongkar
Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan bahwa kualitas pekerjaan dinilai di bawah standar teknis. Ketebalan aspal disebut hanya sekitar 5–6 sentimeter, sementara pondasi dasar dinilai rapuh.
“Kami bertanya ke timlak, tapi timlak tidak tahu apa-apa,” ujar Nurul dengan nada heran.
Berdasarkan hasil sidak, pengaspalan tersebut ternyata dikerjakan oleh rekanan. Padahal, menurut Nurul, program BKKD semestinya dilaksanakan secara swakelola oleh desa.
Atas temuan itu, Nurul menegaskan proyek tersebut harus dibongkar dan dikerjakan ulang dari awal agar sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Pemerintah tidak menoleransi pengerjaan asal-asalan, terutama yang menggunakan anggaran negara,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut dia, akan mendalami proses pelaksanaan proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur maupun ketidaksesuaian dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Sementara itu sebelumnya, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga melakukan monitoring terhadap proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Baca juga: Kritik Menu MBG, SPPG di Bojonegoro Laporkan Akun TikTok ke Polisi, Merasa Dirugikan
Hasilnya jalan yang menjadi akses penghubung antar dusun itu tidak lagi dalam kondisi mulus. Di sejumlah titik tampak bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok terlihat pada ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.
Permukaan aspal di bagian tersebut terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal mulai muncul ke permukaan. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga untuk aktivitas harian, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.
Kepala Desa Ngampal Budiyanto mengungkapkan dugaan sementara kerusakan disebabkan kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik.
“Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” ujar Budiono.
Budiono menambahkan, pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah berkomitmen melakukan perbaikan sesuai rekomendasi tim monitoring.