Tribun PAAF 2026 Seri Yogyakarta Bawa Misi “Hidupkan Lagi” Futsal Pelajar: Bukan Sekadar Nostalgia
Joko Widiyarso February 28, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Yogyakarta punya sejarah panjang soal futsal pelajar.

Atmosfer turnamen sekolah di kota ini dulu hidup, punya gengsi, dan sering melahirkan pemain yang kemudian menanjak.

Tribun Network ingin menarik kembali memori itu lewat Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 (Tribun PAAF 2026).

Dalam rangkaian audiensi Tribun Network dan Federasi Futsal Indonesia (FFI) di Palmerah Barat, Jakarta, Jumat (27/2/2026), seri Yogyakarta–Solo dipresentasikan sebagai salah satu titik awal penggerak.

“Kembalikan memori kejayaan futsal pelajar di Yogyakarta, Tribun PAAF 2026 siap hadir kembali dengan pengalaman dan jenjang karier prestasi yang lebih hingga level nasional dan pengalaman pertandingan internasional,” kata Ridwan Mulyatno, Project Manager Tribun PAAF Seri Yogyakarta-Solo.

Kalimat Ridwan menegaskan satu hal: Tribun PAAF 2026 mencoba keluar dari pola lama turnamen sekolah yang selesai begitu saja. Ada desain berjenjang, ada pintu ke putaran yang lebih tinggi, dan ada rencana pengembangan.

Dahlan Dahi menyebut Tribun dan federasi harus sama-sama menjadi penggerak, bukan penonton.

“Federasi perlu berfungsi sebagai katalisator agar ekosistem futsal bergerak lebih cepat dan terstruktur. Tribun Network lewat Tribun PAAF 2026 juga sedang berusaha mengambil peran itu,” ujarnya.

Pentingnya orientasi pembinaan

Michael Victor Sianipar, Ketua Umum FFI, menekankan orientasi pembinaan tidak boleh hilang meski sebuah event ramai dan viral. 

Dalam wawancara Garis Gawang Podcast, Michael berkali-kali menegaskan kompetisi pelajar harus memberi ruang evaluasi dan perkembangan, bukan satu kali kalah lalu pulang tanpa bekal.

Di level teknis, Tribun PAAF 2026 juga menyiapkan pendekatan berbasis data dan sport science. 

Michael menyebut feedback berbasis angka membantu pemain berkembang lebih cepat, sementara federasi bisa memetakan talenta dengan basis yang lebih kuat.

Bagi Yogyakarta, ini menarik. Kota ini punya kultur sport, basis sekolah yang aktif, dan publik yang gemar menonton.

Jika digarap rapi, seri Yogyakarta bukan cuma “ramai”, melainkan bisa menjadi barometer kompetisi pelajar yang sehat.

Informasi lengkap mengenai seri Yogyakarta, pendaftaran, dan pembaruan format Tribun PAAF 2026 dapat diakses di www.putihabuabu.id.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.