Pemudik yang Melintasi Wilayah Utara Ciamis Diminta Waspada
ferri amiril February 28, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kondisi jalan di jalur nasional yang sempat berlubang di beberapa titik wilayah Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, nampak sudah diperbaiki, Sabtu (28/2/2026).

Jalur nasional tersebut menjadi akses penghubung ke arah utara dari Ciamis menuju Majalengka, Kuningan hingga Cirebon, 

Camat Panawangan, Kusdinar memastikan sejumlah titik jalan berlubang di ruas tersebut sudah dilakukan penambalan oleh pihak terkait.

“Kemarin saya lihat ada mobil PU yang melakukan perbaikan jalan-jalan yang bolong. Mudah-mudahan sebelum arus mudik lebaran sudah beres semua,” ujar Kusdinar, Sabtu (28/2/2026).

Pantauan di lapangan, bekas tambalan aspal terlihat di beberapa titik sepanjang jalur nasional Panawangan. 

Baca juga: Viral Warga Minta Sumbangan di Jalan Nasional Ciamis, Camat Panawangan: Sudah Pernah Diperingatkan

Ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan berlubang kini relatif lebih rata dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur ini diketahui menjadi salah satu akses alternatif bagi pemudik dari wilayah Ciamis dan sekitarnya yang hendak menuju wilayah Majalengka, Kuningan hingga Cirebon melalui jalur utara.

Meski kondisi jalan sudah mulai membaik, dari pantauan Tribun di lapangan masih terdapat kekurangan pada fasilitas penerangan jalan umum (PJU). 


Di beberapa titik, terutama di luar kawasan permukiman, kondisi jalan masih minim lampu penerangan.

Jika pemudik melakukan perjalanan siang relatif aman karena jalan sudah ditambal, tapi memang penerangan jalan masih kurang. 

Jadi, kalau berkendara malam hari di beberapa titik cukup gelap, dan pengendara harus lebih hati-hati.

Selain kondisi jalan, pihak kecamatan juga menginformasikan bahwa di sepanjang jalur Panawangan tersedia beberapa titik yang dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat singgah. 

Titik-titik tersebut umumnya berada di kawasan pertokoan, warung makan, serta masjid jami yang areanya cukup luas untuk parkir kendaraan.

“Ada beberapa titik yang bisa disinggahi untuk istirahat, makan, atau sekadar berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkas Kusdinar.

Ines (29) warga setempat menyebut, ia seringkali merasa khawatir dan takut jika masih dalam perjalanan saat malam hari karena penerangan jalan masih kurang.

"Iya kalau pas pulang kerja malam itu suka takut, kadang suka minta bareng-bareng pulangnya sama temen yang bawa motor juga, jadi kalau beberapa motor tidak terlalu ngeri," ungkapnya.

Ia berharap persoalan penerangan jalan bisa menjadi perhatian ke depan demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat saat mudik dan arus balik.

Ia juga mengimbau bagi para pemudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi rambu lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur yang minim penerangan pada malam hari.

"Saran saya kondisi kendaraan harus benar-benar dijaga ya, jangan sampai mogok di jalan, terutama lampu kendaraan harus berfungsi dengan baik," tandasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.