Iran: Operasi Militer akan Terus Berlanjut Hingga Musuh Dikalahkan 
Ansari Hasyim February 28, 2026 09:35 PM

SERAMBINEWS.COM - Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah diserang “oleh pukulan kuat rudal” Iran.

“Operasi ini akan berlanjut tanpa henti hingga musuh dikalahkan secara telak,” katanya.

Semua aset AS di seluruh wilayah dianggap sebagai target yang sah untuk tentara Iran, tambahnya.

Sementara itu jumlah siswa yang tewas dalam serangan Israel di sekolah di Iran selatan meningkat menjadi 50 orang

Dilaporkan sebelumnya bahwa serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di Iran selatan.

Rudal Iran tak Henti-henti Gempur Israel, Penduduk Terperangkap dalam Bunker

Sirene kembali berbunyi di seluruh Israel menandakan serangan rudal Iran masih terus terjadi terhadap entitas zionis tersebut.

“Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan untuk menghilangkan ancaman tersebut,” kata pernyataan militer di Telegram.

Baca juga: Rudal Iran tak Henti Gempur Israel, Gedung 9 Lantai Rontok, Penduduk Terperangkap dalam Bunker

“Pembelaan tidak bersifat kedap udara, dan oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Depan Dalam Negeri. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi Home Front Command,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu dilaporkan setidaknya satu orang terluka setelah gedung sembilan lantai menghantam di Israel utara.

Sebuah bangunan sembilan lantai telah dihantam di Israel utara setelah rudal Iran telah dicegat, meninggalkan satu orang dengan luka ringan setelah ia terkena pecahan peluru dari rudal pencegat, menurut penyiar Channel 12 Israel.

Laporan tersebut menambahkan bahwa kerusakan parah terjadi pada salah satu apartemen.

Lebih banyak ledakan terdengar di ibu kota Qatar, Doha

Ledakan baru terdengar di Doha.

Hal ini terjadi tak lama setelah Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan pihaknya telah menjatuhkan semua rudal yang menargetkan negara tersebut dalam serangan gelombang “detik.

Iran Targetkan Pasukan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait dan UEA

Israel bersama AS melancarkan serangan gabuangan ke Iran, Sabtu pagi (28/2/2026).

Serangan ini mengakibatkan beberapa ledakan telah terdengar di ibukota Iran, Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS melancarkan serangan besar ke Iran untuk menghilangkan ancaman rudal negara itu.

Berikut ini beberapa perkembangan terbaru serangan AS dan Israel ke Iran maupun sebaliknya Iran meluncurkan banyak rudal ke Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah kawasan Timur Tengah. Ini rangkumannya:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS telah memulai “operasi tempur besar” di Iran setelah Israel juga mengatakannya telah melancarkan serangan rudal terhadap negara.

Beberapa ledakan telah terdengar di ibukota Iran, Teheran, sementara ledakan juga telah dilaporkan di beberapa lokasi lain di seluruh negeri.

Tentara Israel mengatakan rudal telah diluncurkan ke arah Israel dari Iran.

Tidak ada reaksi resmi langsung dari Iran, namun media pemerintah melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian “aman dan sehat”.

Iran telah menargetkan pasukan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Bahrain telah mengkonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa rudal Iran telah dicegat oleh sistem pertahanan Patriot.

Qatar, Kuwait dan UEA telah menutup wilayah udara mereka.

Sebelumnya, IRGC Iran telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel setelah serangan AS-Israel.

Pangkalan Militer AS di Bahrain Terkena Hantaman Rudal Iran

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan peringatan darurat dan mendesak warga ke lokasi aman terdekat. 

Rudal Iran dicegat di Qatar

Sementara Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa rudal Iran telah dicegat oleh sistem pertahanan Patriot.

Ledakan Baru Terdengar di Iran, Internet Padam

Selain itu, konfrontasi pertahanan udara dengan “target” yang bermusuhan terus berlanjut di pusat kota dan bagian lain Teheran, tambah Tasnim.

Pemadaman internet yang hampir total

Al Jazeera juga melaporkan kabar terbaru dari Netblocks, pengawas internet global, tentang konektivitas yang saat ini ada di Iran.

Dalam sebuah postingan di media sosial, dikatakan bahwa data jaringan menunjukkan Iran kini berada di tengah-tengah pemadaman internet yang hampir total, dengan konektivitas nasional sebesar empat persen.

“Insiden ini terjadi di tengah operasi tempur AS dan Israel serta tindakan serupa yang digunakan selama perang tahun lalu dengan Israel,” tambahnya.

Pada perkembangan lain, IRGC Iran telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel setelah serangan AS-Israel.

“Menanggapi agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone ekstensif oleh Republik Islam Iran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai.”

Iran Luncurkan Rudal ke Israel, IDF Minta Penduduk Ikut Instruksi Menuju Bunker

Tentara Israel mengatakan rudal yang diluncurkan dari Iran diidentifikasi menuju Israel, memicu sirene di beberapa wilayah di negara itu.

“Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi Home Front Command,” katanya. 

“Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan untuk menghilangkan ancaman tersebut.”

“Pembelaan tidak bersifat kedap udara, dan oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Depan Dalam Negeri. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi Home Front Command.”

Sebelumnya, Tentara Israel telah mengumumkan keadaan darurat dan meminta warga untuk tetap dekat dengan tempat penampungan.

"Kami memahami bahwa ini adalah serangan yang telah diluncurkan Israel sejalan dengan kebijakan yang dinyatakan bahwa Iran merupakan ancaman bagi keselamatan Israel."

Trump: Kami akan Hancurkan Rudal dan Industri Rudal Mereka Rata dengan Tanah

Israel bersama AS melancarkan serangan gabuangan ke Iran, Sabtu pagi (28/2/2026).

Serangan ini mengakibatkan beberapa ledakan telah terdengar di ibukota Iran, Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS melancarkan serangan besar ke Iran untuk menghilangkan ancaman rudal negara itu.

Berikut ini beberapa pesan bernada ancaaman Trump ke Iran setelah serangan tersebut menghantam Teheran:


Kami akan menghancurkan rudal mereka dan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka.

Kami akan memastikan bahwa proksi ‘teroris’ di kawasan ini tidak lagi dapat mengganggu stabilitas kawasan atau dunia.

Kami akan memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Itu adalah pesan yang sangat sederhana. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Rezim ini akan segera belajar bahwa tidak ada yang harus menantang kekuatan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.


Rudal Iran Siap Diluncurkan ke Israel sebagai Pembalasan, Wilayah Udara Teheran Ditutup

Iran dikabarkan tengah menyiapkan serangan balasan setelah Israel melancarkan serangan rudal ke wilayahnya pada Sabtu pagi (28/2/2026).

Seorang pejabat Iran kepada Reuters menyebut respons Teheran “akan sangat buruk”, mengisyaratkan eskalasi besar dalam konflik terbaru ini.

Wilayah Udara Iran Ditutup Tanpa Batas Waktu

Di tengah ancaman balasan, pemerintah Iran langsung menutup seluruh wilayah udaranya.

Baca juga: AS Ikut Serta dalam Serangan Israel ke Iran

Langkah ini mempertegas status siaga tinggi di negara tersebut, sekaligus memicu kekhawatiran gangguan penerbangan internasional.

Jaringan Seluler Terganggu, Internet Terancam Lumpuh

Situasi di ibu kota Teheran dilaporkan semakin mencekam. Komunikasi telepon seluler di sejumlah wilayah mengalami gangguan. Warga tidak dapat melakukan panggilan, dan muncul kekhawatiran akses internet juga akan segera dibatasi atau bahkan diputus.

Laporan ini disampaikan jurnalis Maziar Motamedi yang melaporkan langsung dari Teheran.

AS Disebut Ikut Operasi Militer

Serangan rudal Israel ke Iran disebut sebagai bagian dari operasi militer gabungan. Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Al Jazeera menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan bersama oleh AS dan Israel.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di beberapa titik di Teheran. Israel menyebut serangan itu sebagai langkah pencegahan terhadap potensi peluncuran rudal dari pihak Iran.

Israel Aktifkan Sirene Nasional

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengirimkan peringatan nasional kepada warganya saat serangan berlangsung. Sirene serangan udara dibunyikan di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan rudal balasan dari Iran.

IDF menyatakan langkah tersebut dilakukan “untuk mempersiapkan publik terhadap kemungkinan rudal diluncurkan ke arah Israel”.

Dengan kedua negara bersiap dalam posisi tempur dan wilayah udara Iran ditutup total, dunia kini menanti apakah konflik ini akan berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.