Wabup Ngada Berangkatkan Enam Pasien Rusing Ngada ke Bali, Bayi 1 Bulan Gunakan Oksigen
OMDSMY Novemy Leo February 28, 2026 09:40 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -  Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu secara resmi memberangkatkan enam pasien dampingan Rumah Singgah Kebaikan Pasien Indonesia (RSKPI) Ngada menuju Denpasar, Bali, Sabtu 28 Februari 2026 siang.

Para pasien tersebut dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Bali karena kondisi medis mereka tidak dapat ditangani secara maksimal di fasilitas kesehatan yang ada di Bajawa dan sekitarnya.

Pemberangkatan berlangsung di Sekretariat Rusing Ngada dan turut dihadiri Pj Sekda Ngada Jhoni Watu Ngebu, sejumlah kepala bidang, serta relawan Rumah Singgah Ngada.

Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Rumah Singgah Kebaikan Pasien Indonesia (RSKPI) Ngada yang telah memfasilitasi proses rujukan, mulai dari keberangkatan dari Bajawa hingga pendampingan selama masa perawatan di Bali.

“Teman-teman ini sebenarnya telah berkonsultasi bahwa sakitnya tidak bisa disembuhkan di rumah sakit disini, kemudian dirujuk ke rumah sakit yang teknologinya lebih tinggi dari kita di Bali,” ujar Bernadinus Dhey Ngebu di Sekretariat Rusing Ngada.

Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan relawan menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan lanjutan.

“Kemudian ada teman-teman yang berbaik hati yang membantu dengan rumah singgah Kebaikan ini, maka kita dengan uluran tangan mereka maka Pemerintah mengantar secara resmi berangkat hari ini,” tambah Bernadinus Dhey Ngebu.

Pada kesempatan itu, Bernadinus Dhey Ngebu juga berpesan agar masyarakat tidak menyembunyikan penyakit yang diderita dan tidak malu untuk menyampaikan kondisi kesehatan kepada pihak lain.

“Saya berpesan kepada masyarakat, kalau sakit jangan menyembunyikan diri, kedua kalau sakit jangan malu menyampaikan kepada teman-teman lain, kita dengan filosofi saling membantu, pasti kita cari jalan karena sesungguhnya tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan,” ujar Bernadinus Dhey Ngebu.

*Bayi 1 Bulan 2 Minggu Gunakan Oksigen

Sorotan utama dalam keberangkatan kali ini adalah seorang bayi berusia 1 bulan 2 minggu yang harus diberangkatkan menggunakan oksigen akibat mengalami penyempitan saluran pernapasan dan membutuhkan penanganan serius.

Dadi Bajawa diberangkatkan menggunakan mobil Ambulans Polres yang dilengkapi dengan fasilitas medis.

Pendiri Rusing Kebaikan Pasien Indonesia, Muhammad Aryo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi khusus dengan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan bayi selama perjalanan.

“Kalau pasien bayi berumur 1 bulan 2 Minggu ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai agar dalam pesawat bisa menggunakan peralatan medis dan ia juga mendapatkan penanganan dari klinik kesehatan bandara,” ungkap Muhammad Aryo.

Bayi tersebut mendapat pendampingan khusus dari perawat dan relawan rumah singgah. Setibanya di Bali, bayi langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. 

Sementara lima pasien lainnya akan masuk rumah sakit sesuai jadwal kontrol pada Senin mendatang.

Menurut Muhammad Aryo, hingga saat ini total pasien asal Kabupaten Ngada yang difasilitasi perawatan melalui Rumah Singgah Bali mencapai 24 orang.

“Selama di Bali, mereka di rumah singgah, untuk tempat tinggal maupun lainya, tanggungjawab dari rumah singgah,” kata Muhammad Aryo.

Keberangkatan enam pasien ini menjadi gambaran nyata kolaborasi kemanusiaan antara pemerintah dan relawan dalam memastikan warga Ngada mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik, terutama bagi pasien dengan kondisi kritis seperti bayi 1 bulan yang membutuhkan pertolongan segera. (cha) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.