Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) masih terlihat beraktivitas di beberapa ruas jalan utama Kota Bandung.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Sabtu (28/2/2026), pengemis dan pemulung tampak duduk di tepi trotoar dengan membawa karung dan gerobak berisi barang bekas.
Di Jalan Aceh, dua perempuan lanjut usia terlihat duduk bersandar di bawah rindangnya pepohonan. Di samping mereka, gerobak kayu dan karung besar berisi barang bekas diletakkan di tepi trotoar.
Keduanya tampak menunggu di sela lalu lintas kendaraan yang melintas dari arah pusat kota.
Sementara itu di Jalan Supratman, seorang pria paruh baya duduk di pinggir trotoar dengan sebuah karung putih besar di sampingnya.
Baca juga: Update Penganiayaan NS, Anwar Satibi Cabut Perjanjian Damai yang Potensi Buka Tersangka Baru
Beberapa meter dari lokasi tersebut, terlihat pula seorang perempuan duduk bersandar di bawah pohon dengan barang bawaan serupa.
Aktivitas kendaraan yang ramai kontras dengan keberadaan mereka yang tampak beristirahat di antara rutinitas mengais rezeki.
Sementara itu di Jalan Gudang Selatan, beberapa orang terlihat berkumpul di dekat gerobak yang dipenuhi kardus dan barang bekas.
Seorang anak tampak duduk di tepi trotoar, sementara seorang pria mengenakan rompi oranye berdiri tak jauh dari lokasi tersebut.
Keberadaan mereka berada tepat di sisi jalan dengan arus kendaraan yang cukup padat.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Lombok. Seorang pria duduk bersila di atas trotoar dengan karung besar di hadapannya. Di sekitarnya tampak sisa-sisa sampah berserakan di bawah pohon.
Baca juga: Banyak Keluhan Menu MBG, Ketua PDIP Pangandaran Sebut Potensi Korupsinya Besar Jika Tak Diawasi
Berbeda dengan pantauan di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) menunjukkan kondisi yang relatif bersih dari keberadaan pengemis maupun gelandangan.
Keberadaan PPKS seperti pengemis, gelandangan, dan pemulung yang kerap berkeliaran di 17 ruas jalan Kota Bandung memang menjadi fokus pengawasan selama bulan Ramadan.
Sebelumnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Bambang Sukardi menyampaikan bahwa penanganan akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan Dinas Sosial, DP3A Kota Bandung, serta Bagian Hukum Pemkot Bandung.
“Selama Ramadan, fokus pengawasan kami terutama di 17 jalur utama, pusat kota, dan kawasan wisata. Selain itu, taman-taman kota juga menjadi perhatian,” ujarnya di Balai Kota Bandung.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya eksodus dari luar daerah. Kota Bandung kerap menjadi tujuan para tunawisma untuk mencari nafkah selama bulan Ramadan, sehingga intensitas patroli akan ditingkatkan.
Selama Ramadan tahun ini, Satpol PP Kota Bandung berencana rutin melakukan patroli di 17 ruas jalan tersebut agar Kota Bandung benar-benar bersih dari aktivitas tunawisma yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Caption : Suasana beberapa ruas jalan di Kota Bandung yang masih terlihat PPKS / Putri Puspita