TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kata dajjal trending di X dan viral di media sosial, berikut ini arti kata dajjal atau Dajjal artinya dan kaitan kata dajjal dengan serangan Amerika dan Israel ke Iran .
Baca juga: Arti Kata-Condemn Artinya, Condemned Artinya, Condemns Artinya, Soal Serangan AS dan Israel ke Iran
Dalam eskatologi Islam, sosok Dajjal memegang peranan sentral sebagai pembawa fitnah terbesar menjelang akhir zaman, simbolisasi dari kebohongan dan penyesatan yang akan menguji keimanan umat manusia.
Namun, bagaimana konsep eskatologis ini beresonansi dalam realitas geopolitik kontemporer?
1. Arti Kata Dajjal
Secara istilah, arti kata dajjal adalah sosok makhluk yang dipercaya akan muncul di akhir zaman dalam kepercayaan Islam.
Secara bahasa, kata dajjal berasal dari bahasa Arab, dan dalam bahasa Indonesia arti kata dajjal atau dajjal artinya adalah pembohong besar atau pencampur aduk kebohongan dan kebenaran.
Secara terminologi dalam Islam, arti kata dajjal adalah seorang penipu besar yang akan muncul sebagai fitnah besar sebelum hari kiamat.
2. Makna Kata dajjal
Kata dajjal berasal dari akar kata Arab yang bermakna merancukan atau mengaduk-aduk, menunjukkan sifat utama dari sosok ini yang menipu dan menyesatkan manusia dengan kebohongan dan tipu daya.
Dalam bahasa Arab, dajjal juga diartikan sebagai orang yang menutupi kebenaran, berbohong, dan menipu secara besar-besaran.
Dalam hadis dan ajaran Islam, dajjal digambarkan sebagai sosok yang akan muncul menjelang hari kiamat.
Ia dipercaya memiliki kemampuan melakukan berbagai keajaiban dan mukjizat, seperti menyembuhkan penyakit, menghidupkan orang mati, dan mengendalikan alam, yang digunakan untuk menyesatkan manusia agar mengikuti ajarannya yang sesat. Dajjal digambarkan bermata satu, buta di mata kanan, dan memiliki ciri khas lain seperti di dahi tertulis kata "kafir" (kafir) yang dapat dibaca oleh semua orang beriman.
3. Simbol dan Peran Dajjal
Dajjal sering dianggap sebagai simbol fitnah besar dan ujian dari Allah yang akan datang di akhir zaman.
Ia akan muncul dari timur dan menjadi ujian terbesar bagi umat manusia, di mana orang yang beriman harus tetap teguh dan tidak terpengaruh oleh tipu dayanya.
Ia juga dikaitkan dengan kedatangan Nabi Isa a.s. yang akan menundukkan dan membunuhnya saat kedatangan di akhir zaman.
Secara keseluruhan, Dajjal adalah sosok yang sangat penting dalam eskatologi Islam, melambangkan kebohongan, tipu daya, dan fitnah besar yang harus dihadapi oleh umat manusia sebelum datangnya hari kiamat.
4. Ciri-ciri Dajjal
Dajjal adalah sosok dalam eskatologi Islam yang dipercaya akan muncul di akhir zaman sebagai penipu dan pembawa fitnah besar. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW memberikan beberapa ciri fisik Dajjal yang dapat dikenali.
Berikut ciri-ciri Dajjal berdasarkan hadis :
- Mata buta: Dajjal digambarkan buta pada salah satu matanya. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa mata kanannya buta. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT tidak buta, sehingga ini menjadi pembeda antara Dajjal dan Tuhan.
- Tulisan di dahi: Di antara kedua mata Dajjal tertulis kata "kafir" yang dapat dibaca oleh setiap Muslim, baik yang bisa membaca maupun tidak.
- Fisik: Dalam sebuah hadis, Dajjal digambarkan sebagai seorang lelaki botak bagian depan kepalanya, berdada lebar, dan mirip dengan Abdul Uzza bin Qathan.
- Kemampuan menyesatkan: Selain ciri fisik, Dajjal juga memiliki kemampuan untuk menyesatkan manusia dengan berbagai tipu daya dan keajaiban palsu. Ia akan mengaku sebagai Tuhan dan melakukan hal-hal yang luar biasa untuk meyakinkan orang-orang.
Kaitan antara kata dajjal dengan serangan Amerika dan Israel ke Iran adalah berkaitan dengan interpretasi eskatologis dan simbolik yang sering muncul dalam pemikiran keagamaan dan geopolitik.
Dalam kepercayaan Islam, Dajjal adalah sosok penipu besar yang akan muncul di akhir zaman sebagai ujian besar bagi umat manusia.
Ia digambarkan sebagai makhluk yang menyesatkan manusia dengan kebohongan dan tipu daya, serta berperan sebagai pemimpin fitnah besar sebelum kedatangan Nabi Isa a.s. yang akan membunuhnya.
Dajjal melambangkan kekuatan kebohongan, kezaliman, dan kekuatan jahat yang berusaha menguasai dunia.
Dalam konteks geopolitik dan konflik modern, beberapa kalangan memandang serangan Amerika dan Israel ke Iran sebagai bagian dari narasi besar yang berkaitan dengan fitnah dan kejahatan yang diwakili oleh Dajjal.
Mereka menganggap bahwa konflik ini bukan sekadar perang politik dan militer, melainkan juga sebagai bagian dari skenario akhir zaman saat kekuatan jahat (yang diibaratkan sebagai Dajjal) berusaha menguasai wilayah dan memanipulasi umat manusia.
Dalam interpretasi eskatologis tertentu, serangan terhadap Iran oleh kekuatan Barat dan Israel dianggap sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman yang akan mempercepat munculnya Dajjal dan kekacauan besar.
Beberapa teori menyebutkan bahwa konflik ini merupakan bagian dari rencana besar yang didukung oleh kekuatan yang dianggap sebagai Dajjal dalam simbolisme, yang berusaha menyesatkan dan menaklukkan dunia melalui peperangan dan tipu daya.
Secara simbolik, kata dajjal sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan jahat yang berusaha menguasai dunia dan menyesatkan manusia.
Dalam konteks serangan Amerika dan Israel ke Iran, beberapa kalangan melihatnya sebagai bagian dari narasi akhir zaman yang melibatkan kekuatan besar yang mendukung kekacauan dan penyesatan, yang secara simbolik diidentifikasi sebagai Dajjal.
Namun, ini lebih bersifat interpretatif dan kepercayaan keagamaan yang digunakan untuk memahami dinamika konflik global dalam kerangka eskatologi dan simbolisme akhir zaman.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata dajjal atau Dajjal artinya dan yang trending dan viral terkait dengan serangan Amerika dan Israel ke Iran .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )