Kediaman Ayatollah Ali Khamenei Disebut Hancur Diserang Rudal Israel, Keberadaannya Masih Misterius
Samsul Arifin March 01, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Nasib pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi sorotan tajam menyusul laporan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Menurut laporan The New York Times yang mengutip citra satelit dari Airbus Defence and Space, kediaman resmi Khamenei di Teheran disebut hancur total akibat serangan Angkatan Udara Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Citra satelit tersebut berfokus pada kompleks Beit-e Rahbari, yang merupakan kediaman resmi, kantor administrasi, serta lokasi pertemuan utama pemimpin tertinggi Iran berusia 86 tahun itu.

Bukti visual menunjukkan area tersebut diduga menjadi target prioritas dalam serangan pembuka ofensif gabungan.

Baca juga: Dimanakah Masoud Pezeshkian? Kondisi Presiden Iran usai Diserang AS & Israel Terungkap

Struktur Rata dengan Tanah

Analisis terhadap citra satelit memperlihatkan kerusakan berat pada struktur bangunan, termasuk area yang menjadi kediaman langsung Khamenei dan perimeter keamanannya.

Para analis menyebut pola kawah dan ledakan konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker yang dirancang menembus fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Baca juga: Serangan Rudal Iran–Israel, KBRI Teheran Pastikan 329 WNI Selamat

Namun hingga kini, keberadaan Khamenei belum dapat dipastikan. Belum ada pesan audio maupun video yang dirilis sampai laporan ini dibuat pada pukul 18.00 waktu setempat.

Dalam berbagai krisis nasional sebelumnya, Khamenei biasanya menyampaikan pernyataan publik dengan cepat untuk menunjukkan stabilitas.

Ayatollah Khumaini Belum Terlihat

Hingga saat ini, Ayatollah Khamenei belum terlihat, dan belum ada pesan audio atau video yang dirilis, pada saat laporan ini dibuat pukul 18.00 waktu setempat.

Pada saat-saat krisis nasional sebelumnya, Pemimpin Tertinggi biasanya mengeluarkan pernyataan cepat untuk menunjukkan stabilitas.

Sebelum serangan itu, kebocoran intelijen menunjukkan bahwa Khamenei telah dievakuasi secara tergesa-gesa ke bunker yang aman dan dirahasiakan.

Namun, berbagai pihak kemudian bertanya-tanya sebagaimana efektis evakuasi tersebut mengingat kerusakan yang terjadi.

Pemblokiran

Program siaran sebagian besar telah beralih ke penayangan rekaman arsip keagamaan, musik patriotik, dan tayangan ulang peluncuran rudal balasan.

Belum ada 'bukti keberadaan' yang diberikan kepada publik Iran atau komunitas internasional.

Picu Krisis

Jika Ayatollah Ali Khamenei memang tewas dalam serangan, hal itu akan memicu krisis suksesi di Iran. Khamenei memegang otoritas konstitusional tertinggi atas militer, pemerintah, dan peradilan.

Kematiannya kemungkinan akan membuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merebut kendali absolut dan tanpa pengawasan atas negara tersebut.

Target Serangan

Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) menargetkan Ali Khamenei.

Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, Kan.

Selain Ali Khamenei, serangan Israel dan AS juga disebut menargetkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

“Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian termasuk di antara target serangan,” lapor Kan, mengutip sumber Israel, Sabtu.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.

Sebuah sumber Iran yang dekat dengan pemerintah mengatakan beberapa komandan senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran dan pejabat politik telah tewas. Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi.

Media pemerintah melaporkan pada Sabtu pagi bahwa Pezeshkian "aman dan sehat," setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.