TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek mempunyai visi utama untuk mewujudkan Kabupaten Trenggalek yang Adil dan Makmur.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025-2029.
Salah satu yang digarisbawahi oleh Pemda adalah untuk meminimalisasi ketimpangan ekonomi antara si kaya dengan si miskin seperti yang saat ini terjadi secara nasional dimana 1 persen orang kaya menguasai 54,3 persen dari kekayaan seluruh negara.
Sehingga pertumbuhan ekonomi yang terjadi setiap tahunnya hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang dan tidak memenuhi prinsip adil dan merata.
Asisten Administrasi Umum Sekda Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto, menegaskan Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menjalankan banyak program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kecil sehingga bisa berkontribusi dan merasakan pertumbuhan ekonomi yang setiap tahun terus meningkat.
"Kita sudah memiliki program yang luar biasa yaitu mencetak 5.000 wirausaha baru (setiap tahun). 5.000 perempuan untuk disekolahkan menjadi talenta-talenta UMKM," kata Edif, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Pusat Kuliner Ramadan Savana GOR Lembupeteng Tulungagung Tidak Terpengaruh Hujan
Dengan SDM (Sumber Daya Manusia) UMKM yang unggul, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk, memperluas akses pasar, serta bertransformasi secara digital.
Tak cukup sampai di situ, dinas-dinas teknis juga diminta memantau perkembangan dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang telah dijalankan.
Ketika ada evaluasi dan riset, akan muncul data yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah dan dimasukkan ke dalam rencana pembangunan daerah.
"Data-data itulah yang menjadi dasar kita mengambil kebijakan terkait program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Termasuk juga peningkatan kualitas SDM UMKM. Bagaimana kita bisa mendorong UMKM naik kelas kalau kita tidak punya data?” tegasnya.
Menurutnya, tanpa data yang akurat, pemerintah tidak bisa memantau sejauh mana perkembangan UMKM yang telah mendapatkan pelatihan maupun bantuan permodalan.
Akibatnya, intervensi kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran dan tujuan pemerataan ekonomi sulit tercapai.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Trenggalek berharap pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Mantan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek itu menambahkan, program yang dijalankan di Kabupaten Trenggalek juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029.
Dalam dokumen tersebut terdapat sejumlah langkah strategis, di antaranya kebijakan redistribusi dan perlindungan sosial.
"Di tingkat nasional ada bantuan sosial tepat sasaran, subsidi energi dan transportasi, hingga pajak progresif. Ini tentu harus kita pantau dan sinkronkan di daerah," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik