TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan segera meramaikan pasar kendaraan hybrid di Indonesia dengan merilis model hybrid pertamanya untuk pasar Indonesia tahun ini.
Model tersebut akan mulai diproduksi pada semester pertama, sebelum dikirim ke konsumen pada semester kedua 2026.
Presiden Direktur MMKSI Atsushi Kurita belum mengungkap detil model yang akan diperkenalkan, begitu juga perkiraaan kisaran harganya.
"Jika saya membocorkan semuanya sekarang, saya tidak bisa pulang ke Jepang. Saat ini kami sedang dalam persiapan," ujar Kurita sambil tersenyum dalam Konferensi Pers di Kantor MMKSI, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026).
Meski demikian, Kurita memastikan seluruh persiapan tengah berjalan sesuai rencana. Penjualan model hybrid perdana perusahaan di Indonesia dipastikan mulai pada semester 2 tahun ini.
"Kami berencana memulai produksi pada semester pertama tahun fiskal ini dan pada semester kedua kami akan mulai pengiriman unit ke konsumen," tuturnya.
Saat ditanya apakah model tersebut akan berkapasitas lima penumpang atau tujuh penumpang, Kurita kembali memberikan jawaban diplomatis. Ia menyebut ada dua kandidat model yang tengah dipertimbangkan.
Baca juga: SUV Berteknologi Super Hybrid Jadi Motor Penjualan Chery di 2025
"Kami punya dua kandidat, keduanya punya tipe hybrid di Thailand. Saya hanya bisa bilang salah satu dari itu dan akan diproduksi di Indonesia," terangnya.
Petunjuk tersebut tentunya mengarah pada lini Hybrid Electric Vehicle (HEV) Mitsubishi yang saat ini sudah dipasarkan di Thailand.
Beberapa model yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi e:MOTION di Negeri Gajah Putih antara lain Mitsubishi Xpander HEV, Mitsubishi Xpander Cross HEV dan Mitsubishi Xforce HEV yang meluncur pada Maret 2025.
Baca juga: Rekomendasi Mobil Hybrid Rp 250-350 Jutaan untuk First Car Buyer di IIMS 2026
Model-model tersebut menggunakan mesin 1.600 cc Atkinson Cycle yang dipadukan dengan baterai lithium-ion, menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dan emisi lebih rendah dibandingkan mesin konvensional.
Jika salah satu dari model itu benar-benar diproduksi di Indonesia, langkah ini akan menjadi tonggak penting bagi Mitsubishi di pasar nasional.
Selain memperluas pilihan elektrifikasi, produksi lokal juga berpotensi memperkuat daya saing harga sekaligus meningkatkan kontribusi industri otomotif dalam negeri.